Ilustrasi Sumur Migas. Foto: AFP
Ilustrasi Sumur Migas. Foto: AFP

Jelang HUT RI, Industri Hulu Migas Beri Kado Sumber Migas Baru di Papua

Annisa ayu artanti • 15 Agustus 2022 17:28
Jakarta: Menjelang peringatan ulang tahun ke-77 Republik Indonesia, kabar menggembirakan datang dari industri hulu migas dengan keberhasilan penemuan hidrokarbon di Papua Barat. 
 
Pertamina Hulu Energi Regional 4 yang melakukan kegiatan pengeboran sumur eksplorasi Markisa (MKS)-001, telah berhasil menemukan hidrokarbon berupa gas pada Sabtu, 13 Agustus 2022. Sumur eksplorasi tersebut terletak di Wilayah Kerja (WK) Pertamina EP, Field Papua, Kabupaten Aimas, Provinsi Papua Barat. 
 
Pengeboran sumur eksplorasi ini memiliki objektif utama di Batu Karbonat Formasi Kais. Sumur Markisa (MKS)-001 ditajak pada 21 Juni 2022 pukul 06.00 WIT dan mencapai kedalaman akhir 2048 mMD pada tanggal 28 Juli 2022 pukul 20.00 WIT. Sumur dibor dengan profil vertikal menggunakan rig PDSI#28.2/D1000-E.
 
Baca juga: SKK Migas Dorong Pabrik Lokal Hulu Migas Masuk Pasar Asia Pasifik

Deputi Perencanaan SKK Migas Benny Lubiantara menyampaikan selamat dan mengapresiasi atas penemuan hidrokarbon pada pengeboran sumur eksplorasi MKS-001. Menurutnya, hal Ini tentu menjadi salah satu kado bagi bangsa Indonesia menjelang peringatan kemerdekaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Keberhasilan penemuan hidrokarbon di wilayah yang kaya akan sumber daya alam di Papua Barat, termasuk minyak dan gas akan mendorong kegiatan eksplorasi yang lebih masif dan agresif di masa mendatang," katanya dalam keterangan tertulis, Senin, 15 Agustus 2022.
 
Lebih lanjut, Benny mengatakan, keberhasilan pengeboran sumur eksplorasi MKS-001 akan menambah kesuksesan pengeboran sumur eksplorasi di tahun 2022 yang mencatatkan success ratio yang lebih tinggi dibandingkan capaian di 2021 ataupun jika dibandingkan dengan rata-rata keberhasilan pengeboran sumur eksplorasi di dunia.
 
Sampai semester pertama 2022, success ratio pengeboran sumur eksplorasi mencapai 75 persen lebih tinggi dibandingkan capaian success ratio pengeboran sumur eksplorasi 2021 yang sebesar 55 persen dan mengungguli capaian global success ratio 2021 yang sebesar 23,8 persen. 
 
Dengan keberhasilan sumur MKS-001 maka success ratio pengeboran sumur eksplorasi 2022 akan semakin tinggi. 
 
"Tingginya success ratio pengeboran sumur eksplorasi akan semakin menguatkan keyakinan kita bersama dengan pengeboran eksplorasi yang masif dan penemuan hidrokarbon yang dihasilkan akan menjadi pondasi yang kuat untuk mencapai target satu juta barel minyak (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik gas (BSCFD) di 2030," jelasnya. 
 
Ia juga menambahkan, tingginya success ratio pengeboran sumur eksplorasi juga akan berdampak pada peningkatan daya saing industri hulu migas nasional. Kemampuan dan penguasaan teknologi industri hulu migas dalam negeri semakin meningkat sehingga dapat beroperasi lebih efisien. 
 
"Semoga hal ini dapat mendorong peningkatan investasi di sektor hulu migas, mengingat tingkat keberhasilan penemuan hidrokarbon yang tinggi," pungkas Benny.

 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif