Ilustrasi. FOTO: dok MI/PANCA SYURKANI
Ilustrasi. FOTO: dok MI/PANCA SYURKANI

Harga Pertamax Series Turun, tapi Harga Dex Series Naik, Pertamina Ungkap Alasannya

Patrick Pinaria • 01 Oktober 2022 16:43
Jakarta: BBM non subsidi kembali mengalami penyesuaian harga. Mulai hari ini, 1 Oktober 2022, Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk menurunkan harga produk gasoline (bensin), yakni Pertamax Series. Sedangkan harga produk gasoil (diesel) dipastikan naik.

Alasan penyesuaian harga


Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menjelaskan penyesuaian ini merupakan hasil evaluasi harga berkala. Ia mengatakan, perubahan harga bisa terjadi karena mengikuti tren harga rata-rata publikasi minyak yakni Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus.
 
"Evaluasi dan penyesuaian harga untuk BBM non subsidi akan terus kami lakukan secara berkala setiap bulannya. Berdasarkan perhitungan, pada periode September lalu untuk produk Gasoline (bensin) yakni Pertamax Series mengalami penyesuaian turun harga, sedangkan untuk produk Gasoil (diesel) Dexlite dan Perta Dex penyesuaiannya naik harga. Seluruh penyesuaian harga berlaku mulai tanggal 1 Oktober," jelas Irto dalam keterangannya, Sabtu, 1 Oktober 2022.

Harga BBM hari ini


Hari ini harga Pertamax turun menjadi Rp13.900 per liter. Sebelumnya harga Pertamax Rp14.500 per liter. 
 
Baca: Pertamina Turunkan Harga BBM Nonsubsidi Pertamax ke Rp13.900/Liter https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/ob3X21mk-pertamina-turunkan-harga-pertamax-jadi-rp13-900-liiter

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan Pertamax Turbo mengalami penyesuaian menjadi menjadi Rp 14.950 per liter. Sebelumnya harga Pertamax Turbo sebesar Rp15.900 per liter.
 
Sedangkan untuk Dexlite (CN 51), terdapat penyesuaian harga menjadi Rp 17.800 dan Perta Dex (CN 53) harganya menjadi Rp 18.100 per liternya. Sebelumnya harga Dexlite sebesar Rp17.800 per liter dan Perta Dex sebesar Rp17.400 per liter.

Tidak berlaku untuk semua provinsi


Harga ini berlaku untuk provinsi dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen  seperti di wilayah DKI Jakarta.
 
"Seluruh harga baru ini sudah sesuai dengan penetapan harga yang diatur dalam Kepmen ESDM No. 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga JBU atau BBM non subsidi. Pertamina juga terus berkomitmen untuk menyediakan produk dengan kualitas yang terjamin dengan harga yang kompetitif diseluruh wilayah Indonesia," lanjut Irto.
 
(PAT)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif