Kedelai. Foto : AFP.
Kedelai. Foto : AFP.

Terus-terusan Impor, Presiden Perintahkan Bulog Ikut Tanam Kedelai

Andhika Prasetyo • 19 September 2022 14:56
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menugaskan Perum Bulog untuk ikut memproduksi kedelai. Langkah itu dilakukan demi meningkatkan ketersediaan komoditas tanaman pangan tersebut di Tanah Air.
 
"Tugas BUMN adalah melakukan tanam tumpang sari, jadi kedelai ditumpangsarikan di perkebunan jagung. Itu nanti Bulog yang melaksanakan. Padi, jagung, kedelai itu tugas Bulog," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 19 September 2022.
 
Saat ini, ia menyebut hampir 100 persen kebutuhan kedelai di dalam negeri yang mencapai 2,4 juta ton per tahun masih dipenuhi dari impor. Lahan pertanian komoditas itu pun terus tergerus dari 700 ribu hektare di 2018 menjadi hanya 150 hektare di tahun ini.
 
Baca juga: Petani Indonesia Mampu Hasilkan Kedelai Lokal Berkualitas

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ke depan, penugasan terhadap Bulog juga akan diimbangi dengan perluasan kembali areal tanam secara bertahap ke 300 ribu hektare di tahun ini dan 600 ribu hektare di 2023. Anggaran sebesar Rp400 miliar sudah disiapkan untuk memuluskan target tersebut.
 
"Dengan demikian, produksi angka target produksi satu juta ha bisa dikejar dalam dua atau tiga tahun ke depan," ucap Airlangga.
 
Selain dari sisi perluasan lahan, upaya peningkatan produksi juga didorong melalui penguatan kuantitas panen. Sekarang, setiap hektare lahan kedelai hanya mampu menghasilkan 1,6 ton hingga dua ton kedelai.
 
Pemerintah pun meminta Bulog menggunakan bibit unggul sehingga produksi bisa didongkrak ke angka empat ton per hektare.

 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif