Sejumlah pengusaha mobil bekas di Bandarlampung menilai kebijakan relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) akan berdampak terhadap penjualan. Foto: Antara/Dian Hadiyatna
Sejumlah pengusaha mobil bekas di Bandarlampung menilai kebijakan relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) akan berdampak terhadap penjualan. Foto: Antara/Dian Hadiyatna

Kebijakan PPnBM Mobil 0% Bakal Turunkan Penjualan Mobil Bekas

Ekonomi mobil bekas pajak kendaraan
Antara • 28 Februari 2021 21:19
Bandarlampung: Sejumlah pengusaha mobil bekas di Bandarlampung menilai kebijakan relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) akan berdampak terhadap penjualan dan harga mobil bekas menjadi turun.
 
"Mungkin dengan diterapkannya PPnBM, penjualan mobil bekas akan goyang seperti awal pandemi covid-19," kata pemilik gerai penjualan Mobkas Bangkit Sahabat Indo, Rifan, di Bandarlampung, dilansir dari Antara, Minggu, 28 Februari 2021.
 
Ia mengungkapkan bahwa pada awal masa pandemi covid-19 rata-rata dealer mobil bekas paling banyak menjual lima unit roda empat dalam sebulan, dan dengan adanya PPnBM kemungkinan hal tersebut akan terjadi lagi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebab masyarakat akan lebih memilih mobil baru dengan harga relatif murah karena adanya PPnBM dibandingkan mobil bekas," ujar dia.
 
Ia pun mengatakan bahwa dampak PPnBM sudah mulai terasa di bulan Februari ini, di mana penjualan mulai berkurang, ditambah sales dari dealer resmi masif melakukan sosialisasi sehingga banyak konsumen telah memesan mobil baru.
 
"Tapi kan setahu saya PPnBM hanya tiga bulan saja, setelah itu mungkin penjualan mobil bekas akan normal," katanya.
 
Hal serupa diungkapkan oleh pemilik showroom mobil bekas lainnya, Mitra Kencana Motor Fahmi.
 
Menurutnya, guna menyiasati dampak dari PPnBM terhadap penjualan mobil bekas, rata-rata showroom akan membeli mobil bekas dari konsumen yang terkena PPnBM juga dan menjualnya pun dengan harga yang lebih rendah dari biasanya.
 
Ia pun mengungkapkan bahwa mobil-mobil yang terkena PPnBM merupakan kendaraan yang memiliki mesin 1.500 cc seperti Avanza Veloz tahun 2016 ke atas, Rush 2016 ke atas, Honda Jazz, dan Toyota Yaris 2017 ke atas.
 
"Nah mobil-mobil itu kita beli dari konsumennya jelas dengan harga rendah dan menjualnya pun tidak tinggi karena kalau kami jual tinggi tidak ada yang beli karena enak ambil di dealer resmi karena ada PPnBM," tutur dia.
 
Adapun harga mobil bekas Avanza Veloz tahun 2016 ke atas sebelum PPnBM rata-rata showroom menjualnya di kisaran harga Rp150 juta hingga Rp180 juta, namun kemungkinan setelah adanya PPnBM harganya jualnya berkisar Rp120 juta sampai Rp150 juta.

 
Kemudian, Rush 2016 ke atas biasa jual berkisar Rp200 juta lebih, setelah ada PPnBM kemungkinan harga jualnya berkisar Rp160 juta sampai Rp180 juta. Sedangkan untuk jenis sedan yakni Honda Jazz dan Toyota Yaris di atas 2017 biasa jual dengan harga Rp210 juta, mungkin dengan adanya PPnBM menjadi Rp160 juta sampai Rp170 juta.
 
"Namun karena PPnBM ini hanya berlaku tiga bulan maka setelah itu kita harapkan penjualan dan harga akan kembali normal," pungkasnya.

 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif