Ilustrasi vaksin covid-19. Foto: Medcom.id
Ilustrasi vaksin covid-19. Foto: Medcom.id

Uji Klinis Belum Rampung, Kenapa Vaksinasi Covid-19 Dilaksanakan November?

Ekonomi Bio Farma vaksin covid-19
Annisa ayu artanti • 15 Oktober 2020 20:07
Jakarta: Pemerintah tetap akan melakukan program vaksinasi covid-19 pada November mendatang meskipun uji klinis tahap 3 terhadap vaksin covid-19 belum rampung.
 
Project Integration Manager R&D PT Bio Farma (Persero) Neni Nurainy mengatakan hal tersebut lantaran pemerintah akan mengimpor vaksin jadi dari sejumlah perusahaan farmasi global yang telah dijajaki sebelumnya.
 
"Untuk program yang November itu pemerintah merencanakan mengimpor vaksin jadi," kata Neni dalam diskusi virtual, Kamis, 15 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Neni menjelaskan, saat ini vaksin covid-19 Sinovac yang merupakan kerja sama Indonesia dan Tiongkok masih dalam proses uji klinis tahap 3 di Bandung dan diperkirakan baru akan selesai pada Januari 2020.
 
"Terkait untuk vaksin Sinovac memang jadwal kita uji klinis selesai di akhir Januari 2021. Namun kita akan melihat dinamikanya kemungkinan juga bisa lebih cepat," ucapnya.
 
Hingga minggu lalu sebanyak 1.565 relawan sudah disuntikan vaksin, dan suntikan kedua sudah diberikan ke 843 relawan dari 16.20 relawan.
 
"Jadi kemungkinan kita bisa produksi di akhir Januari 2021 atau awal Februari 2021 kita akan ajukan EUA ke BPOM," ucapnya
 
Sementara untuk vaksin yang akan disuntikan pada November, Neni menambahkan merupakan vaksin darurat atau emergency. Vaksin tersebut akan berasal dari tiga kandidat vaksin Tiongkok yaitu Sinovac, Sinopharm, dan CanSino. Ketiganya diklaim sudah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA).
 
Lebih lanjut, penyuntikan vaksin tersebut juga akan difokuskan untuk orang-orang yang memiliki risiko tinggi seperti tenaga kesehatan dan TNI/Polri.
 
"Vaksin bulan November itu adalah program pemerintah. Jadi program pemerintah yang dilakukan dalam rangka emergency penanganan covid-19. Jadi program ini akan diberikan kepada yang high risk yaitu kepada nakes dan TNI/Polri," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif