Ilustrasi beras. Foto: Medcom.id.
Ilustrasi beras. Foto: Medcom.id.

Stok Beras Indonesia 26,91 Juta Ton, Disebut Cukup sampai Juni 2027

Arif Wicaksono • 23 September 2026 15:18
Ringkasnya gini..
  • Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyebut total ketersediaan beras nasional diperkirakan mencapai 26,91 juta ton.
  • Jumlah tersebut setara dengan kebutuhan konsumsi sekitar 10,35 bulan atau 310 hari.
Jakarta: Kabar soal stok beras nasional mungkin terdengar seperti angka yang jauh dari kehidupan sehari-hari.

Namun stok beras nasional juga menjadi jaminan pemerintah memperkirakan persediaan beras Indonesia pada 2026 cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Juni 2027.
 

Baca juga: Mentan Soroti Masuknya Beras Ilegal, Dampaknya Bisa Kemana-Mana

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyebut total ketersediaan beras nasional diperkirakan mencapai 26,91 juta ton. Jumlah tersebut setara dengan kebutuhan konsumsi sekitar 10,35 bulan atau 310 hari.

“Estimasi tersebut mencakup stok beras yang tersedia di berbagai titik, mulai dari cadangan beras pemerintah hingga stok yang berada di masyarakat dan potensi produksi dari pertanaman yang masih berlangsung,” kata Amran dalam keterangan tertulis, Selasa, 22 September 2026.

Dari mana stok 26,91 juta ton berasal?

Berdasarkan data Kementerian Pertanian yang diperbarui per 15 September 2026, stok tersebut berasal dari tiga sumber utama.

Pertama, stok Perum Bulog sebesar 4,61 juta ton. Kedua, stok beras yang berada di masyarakat sekitar 12,86 juta ton.

Ketiga, ada sekitar 9,44 juta ton standing crop, yakni potensi produksi beras dari pertanaman yang masih berlangsung pada September-Desember 2026. Jika seluruh komponen tersebut dihitung, total ketersediaan beras mencapai 26,91 juta ton.

Pemerintah menggunakan asumsi konsumsi beras nasional sekitar 2,60 juta ton per bulan. Dengan angka tersebut, persediaan yang ada diperkirakan bisa menopang kebutuhan masyarakat sampai Juni 2027.

Produksi beras juga terus digenjot

Ketersediaan stok tidak hanya berasal dari beras yang sudah tersimpan. Produksi dalam negeri juga menjadi salah satu penopangnya.

Dalam bahan paparan Kementerian Pertanian, produksi beras pada Januari-Oktober 2026 tercatat mencapai 31,41 juta ton.

Sementara itu, data pemerintah yang diperbarui 3 September 2026 memperkirakan produksi beras sepanjang 2026 mencapai 34,77 juta ton. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kebutuhan nasional yang diperkirakan mencapai 31,21 juta ton.

Artinya, terdapat potensi surplus produksi sekitar 3,56 juta ton.

Stok Bulog juga masih tinggi

Cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog juga menjadi salah satu penyangga pasokan nasional. Data per 18 September 2026 mencatat cadangan beras pemerintah mencapai 4.605.301 ton. Pemerintah menyebut jumlah tersebut berada pada level tinggi.

Sebelumnya, stok tertinggi tercatat pada 19 Mei 2026 sebesar 5,37 juta ton. Sebagian stok tersebut kemudian disalurkan untuk bantuan pangan dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Dengan cadangan yang tersedia, pemerintah memiliki ruang untuk melakukan intervensi ketika pasokan atau harga beras di pasar membutuhkan penanganan.

Kenapa stok beras penting buat masyarakat? Buat masyarakat, stok beras bukan sekadar soal berapa juta ton yang tersimpan di gudang. Ketersediaan stok berkaitan dengan kemampuan pemerintah menjaga pasokan ketika kebutuhan meningkat atau terjadi gangguan produksi.

Semakin kuat produksi dalam negeri dan cadangan pemerintah, semakin besar ruang yang dimiliki pemerintah untuk menjaga kesinambungan pasokan.

Kementerian Pertanian juga mencatat produksi padi/beras meningkat 4,07 juta ton atau 13,29 persen pada 2025 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang tercantum dalam bahan paparan kementerian.

Pemerintah menyebut peningkatan produksi tersebut menjadi bagian dari capaian swasembada pangan nasional.

Dengan estimasi ketersediaan 26,91 juta ton, pemerintah saat ini memperkirakan pasokan beras nasional masih bisa mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Juni 2027. Stok pemerintah, persediaan di masyarakat, dan produksi yang masih berjalan menjadi tiga sumber utama yang menopang ketersediaan tersebut.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan