Tumpukan sampah di Babakan Ciparay, Kota Bandung. Metrotvnews.com/ Roni Kurniawan
Tumpukan sampah di Babakan Ciparay, Kota Bandung. Metrotvnews.com/ Roni Kurniawan

Bandung Akan Olah Sampah Jadi Bahan Bakar, Fasilitas 300 Ton per Hari Disiapkan

Annisa ayu artanti • 21 Agustus 2026 21:07
Ringkasnya gini..
  • Pemkot Bandung menyiapkan fasilitas pengolahan sampah berkapasitas 300 ton per hari di Gedebage.
  • Fasilitas pengolahan sampah Gedebage diperkirakan membutuhkan investasi Rp50 miliar hingga Rp60 miliar.
  • Sampah Bandung nantinya akan diolah menjadi Solid Recovered Fuel atau SRF untuk kebutuhan industri.
Jakarta: Persoalan sampah di Kota Bandung tidak hanya soal bagaimana membuangnya, tetapi juga bagaimana mengolahnya sebelum menumpuk di tempat pemrosesan akhir (TPA). Karena itu, pemerintah mulai menyiapkan cara baru agar sebagian sampah bisa diselesaikan lebih dekat dengan sumbernya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyiapkan fasilitas pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Organik dan Sirkular (TPSOS) Gedebage.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan fasilitas di Gedebage menjadi salah satu terobosan untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah kota. Pembangunan tersebut dilakukan sambil menunggu TPA Legok Nangka siap digunakan sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah regional.

“Ini salah satu terobosan yang kami lakukan sambil menunggu Legok Nangka jadi,” ujar Farhan usai penandatanganan kerja sama antara Pemkot Bandung, Danantara, dan Kemdiktisaintek di Balai Kota Bandung pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas hingga 300 ton sampah per hari dan ditargetkan beroperasi pada akhir 2026 atau awal 2027.
 
Baca Juga: Olah Sampah Organik dengan Maggot hingga Komposter Sederhana di tengah Krisis Sampah

Tidak Semua Sampah Dibawa ke TPA

Konsep yang digunakan dalam fasilitas tersebut berbeda dari pola pengelolaan sampah yang sepenuhnya bergantung pada TPA. Chief Technology Officer BPI Danantara, Sigit Puji, Santosa menjelaskan teknologi yang disiapkan mengusung sistem pengolahan secara terdesentralisasi, sehingga sampah dapat diselesaikan di tingkat regional.

“Tidak perlu dibawa ke TPA, tapi kita selesaikan di regional masing-masing,” ungkap Sigit.

Melalui teknologi tersebut, sampah nantinya akan diolah menjadi Solid Recovered Fuel (SRF), yaitu material dengan nilai kalor tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk kebutuhan industri seperti kilang, pabrik, dan boiler. Teknologi yang dipilih juga disebut memperhatikan aspek lingkungan, termasuk pengendalian bau.

Investasi Rp60 Miliar dan Akan Jadi Proyek Percontohan

Untuk membangun fasilitas tersebut, kebutuhan investasi diperkirakan berada di kisaran Rp50 miliar hingga Rp60 miliar. Namun, nilai tersebut masih dalam tahap penghitungan finansial sehingga angka final investasi belum ditetapkan.

Fasilitas Gedebage nantinya menjadi proyek percontohan yang dapat dikembangkan ke sejumlah Sub Wilayah Kota (SWK) di Bandung maupun daerah lainnya jika penerapannya berhasil.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengatakan perguruan tinggi juga dilibatkan untuk menghasilkan teknologi pengolahan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.

“Ini tahap awal sebagai pilot project. Kalau ini bisa berhasil, kami berharap setiap SWK juga bisa dilakukan pembangunannya,” ujar Brian. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan