Pupuk Bersubsidi. Foto : MI.
Pupuk Bersubsidi. Foto : MI.

Pupuk Bersubsidi Disebut Langka, Begini Jawaban Mentan

Annisa ayu artanti • 25 Mei 2021 20:12
Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menanggapi persoalan pupuk bersubsidi yang disebut langka. Menurut dia, saat ini pemerintah memang hanya menyediakan sembilan juta ton pupuk bersubsidi saja dari kebutuhan yang mencapai 24 juta ton.
 
Syahrul menyebut, penetapan pupuk subsidi ini sudah sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) atas pupuk bersubsidi yang didapat dari desa. Data itu kemudian diproses kepada para bupati untuk selanjutnya di-cleansing awal oleh para gubernur.
 
Data yang didapat dalam RDKK itu, kebutuhan pupuk bersubsidi mencapai 24 juta ton. Namun kemampuan pemerintah untuk menyediakan pupuk bersubsidi hanya mencapai 12 juta ton, yang akibat pandemi ini diturunkan menjadi sembilan juta ton.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi bukan langka, memang kurang. Persoalannya adalah semua yang kita turunkan dari RDKK semua sudah diturunkan dari desa, dan ini yang harus dipatuhi," kata dia dalam Indonesia Food Summit 2021, Selasa, 25 Mei 2021.
 
Ia memastikan, saat ini penyaluran pupuk bersubsidi tidak bisa lagi diselewengkan. Apalagi rencananya pemerintah juga akan menerapkan sistem biometrik agar para penerima subsidi pupuk ini bisa dimonitor dalam sistem digital untuk mencegah penyimpangan.
 
"Jadi siapa yang ambil pupuk harus tergambar digital sistem kaya pilkada, jadi pak bupati harus tahu. Seberapa pun pupuk yang ada sesuai. Dan harus lebih awal kita tetapkan porsinya. Kalau ada perubahan harus di kabupaten saja tidak naik lagi ke atas," ungkapnya.
 
Sementara itu, Syahrul mengatakan, apabila ada anggapan pupuk itu kurang maka bisa dilihat dari hasil panennya. Menurut dia, jika panen bisa mencapai lebih dari lima ton per hektar, maka bisa dipastikan petani sudah memakai pupuk dalam proses produksinya.
 
"Berarti dia pakai pupuk itu, ada subsidi atau tidak. Oleh karena itu pupuk ini tetap penting dan ini akan jalan. Mekanisasi akan jalan terutama pada pasca (panen), sudah ada perintah Presiden kepada kita tetapi tentu untuk dibagikan seluruhnya enggak cukup," pungkas dia.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif