Ilustrasi produksi batu bara - - Foto: dok AFP
Ilustrasi produksi batu bara - - Foto: dok AFP

Bukit Asam Revisi Produksi Akibat Pandemi

Ekonomi batu bara Virus Korona pertambangan ptba
Annisa ayu artanti • 27 Agustus 2020 15:16
Jakarta: PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melakukan penyesuaian pada panduan kinerja operasional 2020. Hal ini seiring dampak yang ditimbulkan oleh pandemi covid-19.
 
Direktur Keuangan Bukit Asam Mega Satria mengatakan pihaknya melakukan revisi pada volume produksi batu bara yang sebelumnya 30,3 juta ton menjadi 25,1 juta ton hingga akhir tahun.
 
"Mengenai produksi batu bara, memang kami melakukan penyelarasan dengan adanya pandemi covid-19 ini. Kami memproyeksikan produksi batu bara itu di level 25 juta sampai Desember 2020," kata Mega dalamPublic Expose Live 2020, Kamis, 27 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk volume penjualan batu bara, perusahaan merevisi menjadi sebesar 24,9 juta ton. Sebelumnya PTBA menargetkan volume penjualan 29,9 juta ton. Menurutnya, pandemi telah menyebabkan penurunan pada permintaan batu bara baik di pasar ekspor dan domestik.
 
Sementara dalam memitigasi dampak pandemi, perusahaan melakukan upaya dalam menekan biaya produksi batu bara dengan cara melakukan efisiensi di semua lini, mengkaji ulang nilai tarif dari pola kerja dan proses produksi.

 
"Kita melakukanoperational excellencedalam perbaikan-perbaikan dari proses produksi yang terjadi di Tanjung Enim," terang dia.
 
Selain itu, emiten tambang berkode PTBA ini juga melakukan upaya perluasan pasar ekspor, di antaranya Brunei, Australia, dan Vietnam.
 
"Kami terus melakukan upaya untuk perluasan pasar khususnya untuk pasar ekspor. Untuk domestik kami bersyukur bahwa kami memiliki kontrak panjang dengan PLN dan beberapa buyer lainnya," tukasnya.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif