Panen Padi. Foto : Medcom.
Panen Padi. Foto : Medcom.

Kementan Antisipasi Pelemahan Harga Gabah saat Panen

Ekonomi harga gabah
Ilham wibowo • 07 April 2020 20:18
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) akan mengantisipasi harga gabah di tingkat petani tidak jatuh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP). Pasalnya, panen raya akan berlangsung pada bulan ini dengan luas panen sekitar 1,73 juta hektare (ha).
 
“Kita telah mengevaluasi panen dan produksi dan harga saat panen raya ini. Puncak panen akan terjadi pada April dengan luas 1,73 juta ha dengan produksi 5,27 juta ton beras,” kata Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian Suwandi saat video confrence di Jakarta, Selasa, 7 April 2020.
 
Panen padi, lanjut Suwandi, akan berlanjut pada Mei dengan luas panen sekitar 1,38 juta ha atau setara dengan produksi 3,81 juta ton beras. Prediksi panen pada Mei ini masih lebih tinggi dari capaian Maret lalu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Sesuai arahan Menteri Pertanian supaya mengantipasi dan melakukan stabilisasi harga jangan sampai harga gabah di bawah HPP atau mempertahankan harga sama dengan Maret, karena berdampak pada nilai tukar petani,” tuturnya.
 
Suwandi mengungkapkan pihaknya sudah melakukan pemantauan di beberapa daerah terhadap kondisi di lapangan mengenai apa yang terjadi, termasuk luas panen sesuai proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS) dengan adanya dokumentasi di 166 kabupaten di 32 provinsi. Pemantauan itu didukung 720 foto panen open kamera, termasuk juga 113 video.
 
Dari hasil pemantauan tersebut diakui terkonfirmasi terjadi panen raya di beberapa daerah. Ciri-ciri lain panen raya itu yakni harga gabah mulai turun pada Maret yakni Rp 4.760/kg. Bahkan di beberapa kabupaten harga gabah petani sudah di bawah HPP.
 
“Karena itu pemerintah melakukan intervensi dan upaya untuk stabilisasi harga saat panen padi ini,” katanya.
 
Adapun penetapan HPP untuk Gabah atau Beras telah diatur oleh Kementerian Perdagangan melalui Permendag Nomor 24 Tahun 2020 yang berlaku mulai 19 Maret 2020. Dalam aturan teknis tersebut HPP Gabah Kering Panen (HPP GKP) di tingkat petani naik menjadi Rp4.200 per kg dan di penggilingan menjadi Rp4.250 per kg.
 
Sementara, HPP gabah kering giling (GKP) juga naik menjadi Rp5.250 per kg di tingkat penggilingan dan Rp 5.300 per kg di gudang Perum Bulog. Harga beras di gudang Bulog juga naik menjadi Rp8.300 per kg.
 
Suwandi menambahkan, sesuai pesan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo stabilitas harga gabah dan beras akan dikawal Komando Startegi Penggilingan Padi (Kostraling) melalui pendekatakan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kementan mencatat realiasasi KUR sejak Januari hingga 3 April sudah mencapai Rp3 triliun dari realisasi KUR tanaman pangan sebesar Rp 4 triliun.
 
"Artinya sudah 75 persen KUR terserap untuk usaha padi dan penggilingan. Kita harapkan dengan KUR ini, penggilingan mempunyai modal cukup untuk membeli gabah petani,” ucapnya.
 
Saat ini kata Suwandi, pihaknya juga sedang menjajaki Kostraling bekerja sama dalam pemasaran online dalam menjual beras ke masyarakat. Selain itu, pemerintah juga sedang merancang bantuan untuk penggilingan jika harga gabah turun di bawah HPP.
 
Menurut Suwandi, saat ini Badan Ketahanan Pangan sudah ada program bantuan ongkos kirim untuk gabungan kelompok tani (Gapoktan) padi dalam upaya program stabilisasi harga. Bentuk bantuannya adalah bantuan benih gratis, sehingga petani yang tergabung dalam Gapoktan bisa langsung mengejar musim tanam pada April ini saat masih ada hujan.
 
“Untuk mencegah losses (kehilangan panen) juga sudah ada bantuan pasca panen, termasuk untuk rice milling unit,” tambahnya.
 
Sementara itu, engan kondisi penanganan virus korona dan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan berpengaruh pada proses distribusi. Maslaah ini perlu diantisipasi agar seluruh kebutuhan pokok mendapatkan akses prioritas.
 
“Karena itu Menteri Pertanian telah bersurat dan berkoordinasi untuk memperlancar distribusi, jangan sampai pasokan pangan terhambat, termasuk upayakan agar distribusi diringkas biayanya agar efisien bisa mengangkat harga petani,” pungkasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif