Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI
Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI

Strategi Gojek Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik di 2030

Ekonomi mobil listrik gojek Kendaraan Listrik
Nia Deviyana • 02 November 2021 09:14
Jakarta: Perusahaan teknologi Gojek resmi menggandeng perusahaan global di ekosistem baterai swap, Gogoro, untuk mempercepat pengadopsian kendaraan listrik roda dua di Indonesia pada 2030. Kemitraan Gojek (perusahaan GoTo Group) dan Gogoro saat ini mencakup dua bidang kerja sama utama.
 
Pertama, investasi GoTo Group di Gogoro melalui skema Private Investment in Public Equity (PIPE). Kedua, kerja sama Gojek, Gogoro, dan Pertamina melalui skema percontohan baterai swap dan uji coba kendaraan Gogoro Smartscooter di Jakarta.
 
Pendiri dan CEO Gogoro Horace Luke mengatakan salah satu tantangan terbesar di Indonesia dan di seluruh dunia dewasa ini adalah upaya mentransformasi moda transportasi perkotaan ke moda transportasi generasi baru, yang memanfaatkan kendaraan listrik roda dua yang cerdas, berkelanjutan, serta dapat diakses dan diterima oleh masyarakat luas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bersama Gojek dan melalui dukungan pemerintah Indonesia, kami berada di jalur yang tepat untuk mewujudkannya," ujar Horace Luke, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 2 November 2021.
 
Luke memaparkan, baterai swap dari Gogoro merupakan inovasi terkini mereka pada pengisian bahan bakar listrik. "Kami menghadirkan platform terbuka untuk mendukung produsen kendaraan roda dua dalam memperkenalkan kendaraan listrik yang dapat melakukan pengisian bahan bakar secara cepat, aman, dan mudah digunakan," kata dia.

Percepat perubahan

Sementara itu, Co-Founder dan CEO Gojek Kevin Aluwi berharap kerja sama ini dapat mempercepat perubahan dan berbagi manfaat kendaraan listrik kepada lebih banyak mitra driver dan konsumen. "Ini merupakan langkah nyata Gojek untuk menjadi platform karbon-netral dan mentransisi 100 persen kendaraan listrik roda dua di 2030," kata dia.
 
Adapun uji coba Gojek dan Gogoro akan dilakukan di Jakarta dengan menghadirkan 250 Gogoro Smartscooter dan empat stasiun baterai swap GoStation yang akan berlokasi di SPBU Pertamina. Kedua perusahaan berencana untuk meningkatkan uji coba menjadi 5.000 kendaraan listrik roda dua dan menghadirkan lebih banyak stasiun baterai swap.
 
Gogoro merupakan perusahaan global dalam compact electric propulsion, desain baterai, baterai swap, dan layanan advanced cloud yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengelola ketersediaan dan keamanan baterai.
 
Inti dari ekosistem Gogoro adalah Jaringan Gogoro (Gogoro Network), platform baterai swap yang efisien dan diakui Guidehouse Insights sebagai perusahaan baterai swap untuk kendaraan ringan (lightweight) perkotaan.
 
Kevin menuturkan, uji coba Gojek dan Gogoro sejalan dengan tujuan sustainability Gojek dan upaya berkelanjutan mengurangi jejak karbon. Pada April tahun ini, Gojek meluncurkan Sustainability Report pertama yang memaparkan target Gojek untuk mencapai Nol Emisi pada 2030, termasuk rencana mentransisi 100 persen armada roda duanya ke kendaraan listrik.
 
"Sebagai bagian dari rencana ini, Gojek secara aktif mencari cara untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik yang komprehensif, dengan memanfaatkan teknologi untuk mengatasi hambatan pada penggunaan yang dihadapi mitra driver dan memastikan konsumen memperoleh pengalaman yang optimal," pungkasnya.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif