Ilustrasi lapangan migas. Foto: Dok. SKK Migas
Ilustrasi lapangan migas. Foto: Dok. SKK Migas

Pertamina Serahkan Pengelolaan Blok B ke Pema Global Energi

Suci Sedya Utami • 18 Mei 2021 14:38
Aceh Utara: PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Hulu Energi North Sumatra B-Block (PHE NSB) resmi menyerahkan pengelolaan seratus persen Wilayah Kerja (WK) atau Blok B kepada PT Pema Global Energi (PGE).
 
Serah terima alih kelola WK B ini dilakukan berdasarkan Surat Nomor SRT-0104/BPMA0000/2021/B0 dari Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) kepada Direktur Utama PHE NSB tanggal 1 Mei 2021 yang juga menyampaikan Surat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 76.K/HK.02/MEM.M/2021 tentang Persetujuan Pengelolaan dan Penetapan Bentuk dan Ketentuan-Ketentuan Pokok Kontrak Kerja Sama pada Wilayah Kerja B tertanggal 26 April 2021.
 
Ketentuan itu yakni kontrak bagi hasil cost recovery, PGE sebagai kontraktor akan bertugas dengan jangka waktu kontrak selama 20 tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Pengembangan dan Produksi PHE Taufik Aditiyawarman menyampaikan, pihaknya telah membentuk tim yang bertugas untuk memastikan proses alih kelola berjalan lancar, terutama terkait aspek subsurface, operasi produksi, project and facility engineering, operasi K3LL, sumber daya manusia, finansial, komersial, asset and supply chain management, serta Information and Communication Technology (ICT)
 
"Sehingga sejak 18 Mei 2021 pukul 00.00 PGE dapat langsung mengambil alih pengelolaan WK B dan melanjutkan pengoperasiannya untuk memproduksi migas," kata Taufik dalam keterangan resmi, Selasa, 18 Mei 2021.
 
Direktur PGE Teuku Muda Ariaman menyambut gembira alih kelola ini. Ia bilang PGE akan meneruskan pengelolaan WK B dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mendukung pencapaian target produksi migas nasional.
 
Sementara itu, Kepala BPMA Teuku Mohamad Faisal mengatakan, pemerintah yakin bahwa pengelolaan WK B oleh PGE akan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
 
"Di samping itu, potensi pengembangan WK B cukup menjanjikan yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi industri, pemerintah daerah serta masyarakat sekitar," ujar Faisal.
 
WK B terdiri dari tiga lapangan gas di darat yang aktif berproduksi yaitu Lapangan Arun dengan 44 sumur aktif, Lapangan South Lhoksukon A dengan dua sumur aktif, dan Lapangan South Lhoksukon D dengan delapan sumur aktif. Produksi gas mencapai 55 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) dan kondensat 868 barel per hari (bph).
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif