Garam. Foto : MI/Gino.
Garam. Foto : MI/Gino.

LPEI Dorong Ekspor Garam Kusamba Asal Klungkung Bali

Eko Nordiansyah • 09 November 2021 17:09
Jakarta: Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank mendorong ekspor garam asal Kabupaten Klungkung, Bali. Dukungan LPEI ini diberikan melalui program Desa Devisa Garam Kusamba Klungkung.
 
Program ini merupakan kolaborasi antara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, Pemerintah Kabupaten Klungkung, dan LPEI untuk membawa garam lokal berkualitas menjadi komoditas ekspor yang lebih mendunia.
 
Direktur Eksekutif LPEI D. James Rompas mengatakan garam Kusamba sudah dikenal sejak masa Kerajaan Klungkung sehingga perlu dikembangkan sebagai salah satu penghasil devisa. Program Desa Devisa Garam Kusamba akan memberikan berbagai pendampingan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mulai dari aspek produksi sampai pemasaran ke luar negeri. Manfaatnya akan dirasakan hingga lebih dari 100 petani garam di Desa Kusamba dan Pesanggrahan, Kabupaten Klungkung," kata dia dalam keterangan di Jakarta, Selasa, 9 November 2021.
 
Garam yang dihasilkan oleh petani Koperasi Mina Segara Dana ini memiliki kualitas premium, diolah secara tradisional, dijemur di atas batang kelapa yang dibelah menjadi dua bagian sebagai media jemurnya, sehingga menghasilkan cita rasa yang gurih, warna putih, tekstur halus dan rasa asin yang rendah.
 
"Pendampingan yang diberikan untuk lebih meningkatkan kualitas produk adalah produksi Bali Sea Salt Rub, Branding Development, pameran dagang, business matching, hingga sertifikasi produk," ungkapnya.
 
Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, LPEI, memberikan pembiayaan, penjaminan, asuransi juga memiliki mandat untuk mengembangkan kapasitas masyarakat agar mampu ekspor melalui program jasa konsultasi.
 
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas program desa devisa ini seiring dengan fokusnya pada komoditas garam di Bali. Ia optimis potensi garam Kusamba ini dapat dioptimalisasi melalui program dan kolaborasi pemerintah daerah dan pusat.
 
"Sehingga garam Kusamba yang merupakan peninggalan leluhur Klungkung menjadi semakin kompetitif di level lokal, domestik maupun pasar internasional dan keberhasilannya turut dapat dirasakan oleh petani garam di wilayah Klungkung, Bali," ujar dia.
 
Program Desa Devisa dimulai pada 2019 dengan adanya Desa Devisa Kakao di Jembrana Bali yang memiliki komoditas unggulan berupa biji kakao yang difermentasi. Selanjutnya ada Desa Devisa Kerajinan di Bantul, Yogyakarta dengan produk kerajinannya yang unik dan ramah lingkungan.
 
Hingga November 2021, LPEI telah meluncurkan program desa devisa, yaitu Desa Devisa Kopi Subang, Desa Devisa Agrowisata Ijen Banyuwangi, dan Desa Devisa Tenun Gresik. Total penerima manfaat dari program ini telah mencapai 2.894 orang dan akan terus bertambah.
 
Melalui program desa devisa ini diharapkan produk lokal Indonesia dapat menjadi komoditas ekspor serta memberikan dampak positif terhadap ekonomi, sosial dan lingkungan masyarakat. LPEI akan terus bersinergi dengan pihak terkait untuk membangun desa-desa melalui program desa devisa.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif