Ilustrasi Itama Ranoraya
Ilustrasi Itama Ranoraya

Perkuat Distribusi Alkes, IRRA Bukukan Laba Bersih Rp65,53 Miliar

Annisa ayu artanti • 04 April 2026 23:54
Ringkasnya gini..
  • IRRA bukukan laba naik 23 persen di 2025.
  • Aset perusahaan melonjak jadi Rp2,43 triliun.
  • Ekspansi distribusi dorong pertumbuhan bisnis.
Jakarta: PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja keuangan yang tumbuh solid. 
 
Perseroan mencatatkan peningkatan pendapatan sekaligus lonjakan laba bersih, seiring strategi ekspansi dan efisiensi operasional yang dijalankan sepanjang tahun.
 
Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,1 triliun, meningkat 12,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini diikuti dengan kenaikan laba bersih menjadi Rp65,53 miliar, tumbuh 23,03 persen (YoY), dengan margin laba bersih sebesar 5,96 persen. 

Selain itu, laba per saham atau Earning Per Share (EPS) juga tercatat naik sebesar 20,13 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
 
Direktur Utama Itama Ranoraya, Heru Firdausi Syarif, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil dari strategi ekspansi di berbagai lini usaha yang disertai dengan pengendalian biaya operasional secara efisien. 
 
Menurutnya, pertumbuhan di tahun 2025 menjadi indikator bahwa fundamental perusahaan tetap terjaga di tengah dinamika industri kesehatan. 
 
Baca juga: Aset PT Itama Ranoraya Tbk Tembus Rp2,43 Triliun dengan Kenaikan Laba Bersih 23,03% di Tahun 2025

Heru menegaskan bahwa kenaikan laba yang melampaui pertumbuhan pendapatan ini mencerminkan keberhasilan Perseroan dalam mempertajam portofolio produk strategis serta menjaga efisiensi operasional. 
 
Saat ini IRRA berfokus pada penyediaan solusi kesehatan yang relevan dengan tren medis saat ini, sehingga mampu memberikan kontribusi margin bagi perusahaan tanpa mengabaikan aspek keterjangkauan bagi layanan kesehatan nasional.
 
Untuk mendukung pengembangan usaha berkelanjutan, hingga akhir 2025 Perseroan telah menuntaskan berbagai investasi strategis yang difokuskan pada penguatan infrastruktur distribusi, sistem logistik, manajemen inventori, serta peningkatan kapabilitas sumber daya manusia. 
 
Langkah ini mendorong total aset Perseroan melonjak 46,65 persen menjadi Rp2,43 triliun, yang mencerminkan peningkatan kapasitas operasional secara signifikan. 
 
Ekspansi tersebut juga memperluas jangkauan layanan IRRA, di mana jumlah jaringan distribusi tumbuh 18,5 persen menjadi 2.504 titik di seluruh Indonesia.
 
Secara sektoral, kinerja Perseroan didukung oleh kontribusi dari beberapa lini usaha utama, meliputi segmen In Vitro Diagnostics sebesar Rp693,48 miliar dan Alat Kesehatan Elektronik Medik Steril sebesar Rp347,94 miliar. 
 
Lini alat kesehatan non elektronik medik steril menyumbang Rp52,88 miliar, sementara Produk kesehatan Lainnya tercatat sebesar Rp5,91 miliar. Capaian di tiap segmen ini dipengaruhi oleh tingginya permintaan pasar dan keberhasilan Perseroan dalam memperluas portofolio bisnis baru yang memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan keseluruhan.
 
"Penguatan investasi di tahun 2025 merupakan langkah terencana untuk meningkatkan kapasitas logistik, memperluas jaringan distribusi, serta meningkatkan market share secara signifikan. Kami menilai bahwa penguatan kapabilitas strategis ini menjadi kunci untuk menjaga ketersediaan alat kesehatan di pasar secara lebih luas dan cepat. Ke depan, kami akan fokus meningkatkan penetrasi pasar di wilayah potensial dan memastikan setiap tahapan ekspansi mampu memberikan kontribusi yang stabil bagi pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang," ujar Heru dalam keterangan tertulis, Sabtu, 4 April 2026.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan