Tradisi angpao tidak hanya mempererat hubungan kekeluargaan, tetapi juga turut menggerakkan aktivitas ekonomi, terutama saat perayaan Imlek berlangsung. Karena itu, menentukan isi angpao kerap menjadi perhatian tersendiri bagi banyak orang.
Sejarah angpao dalam tradisi imlek
Tradisi angpao telah dikenal sejak ratusan tahun lalu di Tiongkok. Pada awalnya, angpao berisi koin emas atau perak yang diberikan kepada anak-anak dan mereka yang belum menikah dengan tujuan mengusir roh jahat.Seiring perkembangan zaman, koin tersebut digantikan dengan uang kertas. Angpao kemudian dimaknai sebagai simbol keberuntungan, perlindungan, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun baru.
Hingga kini, tradisi berbagi angpao tidak hanya dijalankan di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara dengan populasi Tionghoa yang besar, seperti Tiongkok, Taiwan, Singapura, dan Malaysia.
| Baca juga: Bingung Pilih Kado Imlek? Ini 10 Inspirasi Penuh Doa dan Rezeki |
Siapa yang memberi dan menerima Angpao?
Secara tradisional, angpao diberikan oleh orang yang telah menikah atau mereka yang lebih tua kepada anak-anak serta kerabat yang belum menikah. Nilai angpao pun biasanya disesuaikan dengan usia dan kedekatan hubungan antara pemberi dan penerima.Mengutip laman Koinworks, besaran nominal angpao umumnya bervariasi dan tidak memiliki patokan baku. Yang terpenting adalah makna berbagi dan doa baik yang menyertainya.
Rekomendasi nominal angpao berdasarkan usia
Agar tidak bingung, berikut rekomendasi isi angpao yang dapat dijadikan acuan berdasarkan kelompok usia penerima:Bayi dan Balita (0-3 tahun)
Nominal angpao umumnya berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000.
Anak-anak (4-11 tahun)
Besaran angpao dapat ditingkatkan menjadi sekitar Rp10.000 sampai Rp50.000.
Remaja (12-17 tahun)
Untuk usia remaja, nominal angpao biasanya berada di kisaran Rp50.000 hingga Rp100.000.
Dewasa Muda (18-22 tahun)
Nominal angpao dapat disesuaikan menjadi sekitar Rp100.000 sampai Rp200.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News