Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dan wakilnya Angela Tanoesoedibjo. (Foto: instgaram Angela)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dan wakilnya Angela Tanoesoedibjo. (Foto: instgaram Angela)

Temuan ICW Soal Anggaran Influencer Disebut Data Lama

Ekonomi Kemenparekraf influencer
Medcom • 23 Agustus 2020 19:00
Jakarta: Pengamat Pariwisata Hilda Ansariah Sabri menyebut temuanIndonesia Corruption Watch (ICW) soal anggaran influencer di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) merupakan data lama. Hilda menyebut anggaran yang diungkap ICW merupakan data tahun 2014-2018.
 
"Itu bukan data sekarang.Bukan era Kemenparekraf Wishnutama Kusubandio dan Angela Tanoesoedibjo," kata Pengamat Pariwisata Hilda Ansariah Sabri, Minggu, 23 Agustus 2020.
 
Hilda mengatakan,Kemenparekraf era Wishnutama fokus pada penanganan dampak Covid-19 pada seluruh sektor pariwisata. "Sekarang ini 215 negara terkena pandemi Covid-19," ungkapnya

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Langkah-langkah manajemen krisis yang dilakukan Kemenparekraf, kata dia, terlihat sangat jelas sejak pandemi diumumkan di Indonesia.
 
Dia mencontohkan dukungan Kemenparekraf dengan menyediakan hotel-hotel yang digunakan sebagai tempat istirahat tenaga medis dan perusahaan transportasi yang digandeng guna membantu transportasi paramedis dalam penanganan Covid-19.
 
Seperti diketahui, penyelamatan sektor pariwisata dilakukan dengan memprioritaskan keselamatan pekerja, pelaku usaha dan masyarakat, memberikan bantuan sosial bagi pekerja pariwisata, membantu pengurangan beban usaha dan permodalan bagi pelaku usaha Parekraf.
 
"Sektor UMKM, asosiasi-asosiasi terkait pariwisata, seperti pemandu wisata juga mendapat perhatian dengan bantuan-bantuan dari Kemenparekraf," kata Hilda.
 
Pasalnya, sektor pariwisata menjadi tempat bergantung bagi penghidupan 13 juta pekerja, sehingga bantuan, termasuk sosialisasi terhadap protokol kesehatan diperlukan guna memastikan calon wisatawan, operator dan destinasi wisata siap menerima kunjungan wisata bagi pemulihan sektor tersebut ke depan.
 
Seperti diberitakan,ICWmenemukan ada Rp1,29 triliun total anggaran belanja pemerintah pusat terkait aktivitas digital, sekitar Rp90,45 miliar di antaranya digunakan untuk jasainfluencer.
 
ICW menjabarkan nilai anggaraninfluencermeningkat sejak 2017. Pada 2017, ada lima paket pengadaan dengan anggaran Rp17,68 miliar, lalu 2018 meningkat pesat 15 paket dengan anggaran Rp56, 55 miliar.
 
Dari data yang dikumpulkan ICW tersebut, Kementerian Pariwisata memiliki anggaran jasainfluencerpaling banyak, yakni 22 paket dengan nilai pengadaan Rp77,66 miliar. Kemudian, disusul Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 12 paket dengan nilai pengadaan Rp1,6 miliar.
 
(FZN)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif