Ilustrasi sektor ritel - - Foto: MI/ Rommy Pujianto
Ilustrasi sektor ritel - - Foto: MI/ Rommy Pujianto

Aprindo Siap Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi 2021

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi ritel Stimulus Ekonomi Imbas Korona Pemulihan Ekonomi Nasional
Ilham wibowo • 15 Agustus 2020 18:00
Jakarta: Asosiasi Pengusaha Ritel (Aprindo) siap menjadi tumpuan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021. Hal ini seiring stimulus ekonomi yang diyakini akan mendongrak konsumsi domestik pada tahun depan.
 
"Apa yang disiratkan dalam pidato presiden, kami dapatkan suatu dorongan. Resume pidato kenegaraan bagaimana kita optimistis dan juga realistis," kata Ketua Aprindo Roy Mandey dalamlive event Metro Tv, Jumat, 14 Agustus 2020.
 
Roy menjelaskan bahwa kebangkitan produktivitas industri ritel telah dimulai di semester II 2020. Sebab serapan stimulus ekonomi untuk sektor yang terdampak pandemi covid-19 mulai terealisasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Berkaitan optimistis 2021 konsumsi perlu terus didukung, karena sampai hari ini masih berkontribusi terbesar dari pertumbuhan ekonom," ujarnya.
 
Ia menambahkan konsumsi domestik berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kontribusi segmen ini selalu di atas 55 persen dari total pendapatan domestik bruto (PDB) dalam 10 tahun terakhir.
 
"Ketika kita upayakan optimistis mendapatkan pertumbuhan ekonomi 45,-5,5 persen, kita sepakat konsusmi perlu terus didukung. Walaupun investasi semester I-2020 sempat ada pertumbuhan 8 persen, kita harus melihat itu belum jadi utama karena memang semua sektor rill masih terdampak," paparnya.
 
Pemerintah menetapkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2021 berada di rentang 4,5-5,5 persen. Target tersebut tertuang dalam asumsi dasar indikator makro dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021.
 
"Tingkat pertumbuhan ekonomi ini diharapkan didukung oleh peningkatan konsumsi domestik dan investasi sebagai motor penggerak utama," kata Presiden Joko Widodo dalam Rapat Paripurna DPR di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2020.
 
Inflasi diproyeksikan akan tetap terjaga pada tingkat tiga persen, untuk mendukung daya beli masyarakat. Sementara itu, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp14.600 per USD.
 
Selain itu, suku bunga SBN 10 tahun pada tahun depan diperkirakan sekitar 7,29 persen. Harga minyak mentah Indonesia (ICP) diperkirakan akan berkisar pada USD45 per barel. Liftingminyak dan gas bumi diperkirakan masing-masing mencapai 705 ribu barel dan 1.007.000 barel setara minyak per hari.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif