Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto : Medcom.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto : Medcom.

Pemerintah Siapkan KUR Super Mikro untuk Ibu Rumah Tangga

Ekonomi suku bunga UMKM Stimulus Ekonomi Imbas Korona
Suci Sedya Utami • 13 Agustus 2020 18:31
Jakarta: Pemerintah melalui Komite Kebijakan Pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menetapkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) super mikro yang utamanya ditujukan untuk pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan ibu rumah tangga (RT) yang menjalankan usaha produktif.
 
"Suku bunga KUR super mikro ditetapkan sebesar nol persen sampai dengan 31 Desember 2020 dan enam persen setelah 31 Desember 2020 dengan jumlah kredit maksimum Rp10 juta," ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat memimpin Rapat Komite di Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2020.
 
Dalam skema KUR super mikro, yang menjadi agunan pokok ialah usaha atau proyek yang dibiayai KUR, dan tidak diperlukan agunan tambahan. Pekerja terkena PHK dan ibu rumah tangga yang menjalankan usaha dapat memperoleh kredit lunak KUR super mikro dengan ketentuan pertama mereka masuk kategori usaha mikro.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua, lama usaha calon penerima KUR super mikro tidak dibatasi minimal enam bulan. Artinya lama usaha dapat kurang dari enam bulan dengan syarat mengikuti program pendampingan (formal atau informal); atau tergabung dalam suatu kelompok usaha; atau memiliki anggota keluarga yang telah memiliki usaha.
 
Ketiga, bagi pegawai PHK tidak diwajibkan memiliki usaha minimal tiga bulan dengan pelatihan tiga bulan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pedoman KUR. Namun dapat kurang dari tiga bulan atau usaha baru. Keempat, belum pernah menerima KUR.
 
Adapun stimulus berikutnya, Pemerintah menetapkan tambahan subsidi bunga KUR dari yang sebelumnya sebesar enam persen selama tiga bulan pertama dan tiga persen selama tiga bulan berikutnya menjadi enam persen sampai dengan Desember 2020.
 
"Langkah ini diharapkan dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi pada triwulan III tahun 2020, utamanya melalui percepatan pemulihan usaha Penerima KUR," jelas Airlangga.
 
Selain itu, rapat juga menegaskan pemberian tambahan subsidi bunga KUR pada masa covid-19 yang diberikan kepada seluruh Penerima KUR dengan kolektibilitas satu atau kolektibilitas dua, termasuk penerima KUR restrukturisasi dan non restrukturisasi serta penerima KUR yang mengajukan fasilitas maupun tidak mengajukan fasilitas.
 
"Ketentuan penegasan ini diharapkan dapat mempercepat realisasi pemberian tambahan subsidi bunga atau margin KUR pada masa pandemi covid-19," jelas Airlangga.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif