Ilustrasi - - Foto: dok Antara
Ilustrasi - - Foto: dok Antara

Waskita Raih Rp3,16 Triliun Kontrak Baru di Kuartal I

Ekonomi bumn waskita karya
Husen Miftahudin • 13 Mei 2020 13:55
Jakarta: PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatatkan perolehan nilai kontrak baru sebesar Rp3,16 triliun untuk periode kuartal I-2020. Angka itu setara tujuh persen dari target kontrak baru sepanjang 2020 yang sebesar Rp45 triliun.
 
Direktur Keuangan Waskita Karya Haris Gunawan mengungkapkan komposisi perolehan kontrak baru kuartal I-2020 terdiri atas proyek infrastruktur sebesar 61 persen dan proyek gedung sebanyak 21 persen. Sementara sisanya berasal dari proyek sipil lainnya.
 
"Di tiga bulan pertama 2020, kami sudah tanda tangani beberapa kontrak proyek baru seperti jalan tol Pasuruan-Probolinggo seksi 4, jaringan gas Tarakan, dan gedung UIN Jambi," ujar Haris dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan perolehan nilai kontrak baru tersebut, ditambah sisa nilai kontrak sebesar Rp51,2 triliun, maka total kontrak (orderbook) yang dimiliki Waskita Karya adalah sebanyak Rp54,4 triliun.
 
Di sisi lain, manajemen Waskita Karya juga berharap wabah pandemi virus korona (covid-19) dapat segera teratasi mengingat dampak yang ditimbulkan terhadap perekonomian dan bisnis sangat besar. Termasuk terhadap pencapaian target kinerja Waskita Karya.
 
"Kami sedang mengkaji kembali potensi kontrak tahun ini, khususnya proyek yang berasal dari pemerintah," tutur Haris.
 
Waskita Karya awalnya menyasar kontrak dari pemerintah sebesar Rp17,4 triliun. Jumlah kontrak itu setara 36 persen dari total target kontrak baru pada 2020 ini. Sementara dari sisi pendapatan, perseroan memasang target sebanyak Rp54 triliun.
 
Pada tahun lalu, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp31,87 triliun, turun 35,67 persen secara tahunan. Laba bersih perseroan pada tahun lalu juga menyusut cukup signifikan ke Rp938,14 miliar.
 
Perusahaan juga memperoleh nilai kontrak baru sebesar Rp26 triliun di 2019. Sebanyak 34,7 persen di antaranya berasal dari proyek pengembangan bisnis, 46,1 persen berasal dari proyek BUMN, sisanya disumbang oleh proyek pemerintah dan proyek swasta.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif