Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Kemenko Perekonomian
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Kemenko Perekonomian

Airlangga Klaim Pembiayaan UMi Dukung Pelaku Usaha Naik Kelas

Antara • 10 Februari 2022 18:40
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan penyaluran kredit terhadap sektor ultramikro (UMi) dapat mengakselerasi pelaku usaha untuk naik kelas. Kondisi itu diharapkan memicu geliat aktivitas ekonomi dan imbasnya terhadap pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.
 
"Bantuan tunai yang telah kami berikan bisa tersalurkan ke sektor ultramikro. Bantuan-bantuan ini kami berikan, tentu kalau dilanjutkan ke kredit ultramikro, sehingga kebutuhan layanan keuangan sektor ultramikro bisa terpenuhi," kata Airlangga, dilansir dari Antara, Kamis, 10 Februari 2022.
 
"Kita juga bisa mendorong inklusi finansial dan menopang stimulus yang telah diberikan pemerintah," tambahnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan misi besar dalam membawa sektor ultramikro naik kelas itu perlu diperkuat dengan sistem yang terintegrasi dan tata kelola data yang cakap.
 
"Jadi niat baik dan tujuan mulia harus disiapkan dengan sistem yang andal dan data terintegrasi sehingga dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Bila integrasinya makin baik, bisa reach pelaku ultra mikro yang unbankable,” ujarnya.
 
Data BRI Research Institute mengungkapkan sebanyak 45 juta pelaku usaha ultramikro di Indonesia. Kendati demikian, sebanyak 30 juta pelaku usaha ultramikro masih belum tersentuh oleh layanan keuangan formal.
 
Sri Mulyani mempercayakan holding BUMN ultramikro yang terbentuk sejak 13 September 2021 untuk mengangkat potensi sektor itu. Hal tersebut dibarengi dengan efisiensi yang tercipta berkat konsolidasi holding ultramikro, sebagaimana tampak dari penurunan Cost of Fund (CoF) BRI Group.

Pemberdayaan usaha ultramikro

Pemberdayaan usaha ultramikro melalui pembiayaan juga berpotensi untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja, sesuai dengan keinginan Kementerian Keuangan yang menargetkan pembiayaan terhadap 29 juta UMi pada 2024 sehingga dapat menyerap 29 juta tenaga kerja yang akan meningkatkan kesejahteraan dan menanggulangi kemiskinan.
 
Senada, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menekankan pentingnya integrasi data sebagai faktor kunci untuk memastikan strategi holding ultramikro tepat sasaran.
 
"Penggunaan data analytic untuk menjadi sumber analisa kredit hingga sosial sehingga bisa menjadi lebih tepat sasaran. Tidak hanya kredit, BRI Group juga memberikan pemberdayaan untuk memastikan pelaku usaha ini sustainable,” pungkas Kartika.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif