Ilustrasi penumpang kapal laut - - Foto:MI/ Grandyos Zafna
Ilustrasi penumpang kapal laut - - Foto:MI/ Grandyos Zafna

Okupansi Penumpang Kapal Pelni Melonjak Drastis

Ekonomi pelabuhan angkutan laut pelni
Antara • 17 Oktober 2020 15:00
Jakarta: PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT Pelni mencatat kenaikan okupansi kapal hingga 452 persen di kuartal III-2020. Kenaikan tersebut terjadi setelah setelah 65 pelabuhan di daerah membuka akses untuk melayani kedatangan kapal.
 
Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Yahya Kuncoro mengatakan pihaknya pun kembali menambah jumlah armada dan meminta pemerintah daerah di 18 wilayah pelabuhan lainnya segera membuka diri mengingat periode akhir tahun yang akan memasuki masapeak season(musim puncak).
 
"Kami siap menjelaskan ini ke pihak Pemda untuk meyakinkan bahwa Kapal Pelni sudah memenuhi standar protokol kesehatan dan siap melayani masyarakat di 18 wilayah yang masih melakukan penutupan terbatas," ungkap Yahya dikutip dariAntara, Sabtu, 17 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yahya menambahkan terdapat 50 ribu lebih masyarakat yang memanfaatkan 18 pelabuhan tersebut tak lagi bisa menjalani aktivitas sosial ekonominya secara normal.
 
Adapun wilayah Papua menjadi provinsi dengan jumlah pelabuhan terbanyak yang masih membatasi akses pelabuhannya per 26 September 2020. Terdapat tiga pelabuhan di Papua yang melakukan penutupan penuh (Nabire, Agats, dan Merauke) dan empat pelabuhan dengan penutupan terbatas (Fakfak, Sorong, Serui, Jayapura).
 
"Penutupan terbatas dilakukan dengan membatasi jumlah penumpang yang naik atau turun kapal di wilayah tersebut, disamping surat-surat yang wajib dimiliki penumpang yang akan turun atau naik di pelabuhan. Sementara penutupan penuh sama sekali tidak memberikan akses sandar kepada kapal, sehingga tidak dapat melakukan proses naik turun penumpang," terang Yahya.
 
Sementara itu, pelabuhan yang melakukan penutupan penuh antara lain Provinsi Maluku (Namrole dan Saumlaki); Provinsi Kepulauan Riau (Kijang, Letung, dan Tarempa); Kalimantan Timur (Bontang); Jawa Tengah (Karimun Jawa); dan Provinsi NTT (Lewoleba). Sedangkan pelabuhan yang melakukan penutupan terbatas antara lain Karimun Jawa (Jawa Tengah); serta Kisar, Moa, dan Tepa (Maluku).
 
Pelni sebagai Badan Usaha Milik Negara yang bergerak pada bidang transportasi laut hingga saat ini telah mengoperasikan sebanyak 26 kapal penumpang dan menyinggahi 83 pelabuhan serta melayani 1.100 ruas.
 
Selain angkutan penumpang, Pelni juga melayani 45 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di daerah T3P (Tertinggal, Terpencil, Terdepan, dan Perbatasan) di mana kapal perintis menyinggahi 275 pelabuhan dengan 3.739 ruas.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif