Omzet usaha warung nasi Tegal (warteg) masih belum membaik akibat pandemi covid-19. Foto: MI/Pius Erlangga.
Omzet usaha warung nasi Tegal (warteg) masih belum membaik akibat pandemi covid-19. Foto: MI/Pius Erlangga.

Masyarakat Menengah Tahan Pengeluaran, Pendapatan Usaha Warteg Turun Drastis

Ekonomi industri makanan daya beli masyarakat pandemi covid-19
Ilham wibowo • 14 Oktober 2020 12:58
Jakarta: Omzet usaha warung nasi Tegal (warteg) yang anjlok terpengaruh akibat daya beli masyarakat masih belum membaik akibat pandemi covid-19. Tren menu yang paling laris turut mengalami perubahan karena masyarakat berpikir untuk berhemat dan menahan pengeluaran.
 
Kini, menu yang paling laris adalah menu yang paling murah.
 
"Mereka yang tadinya belanja sampai Rp25 ribu di warteg, sekarang paling hanya lauknya telur atau menu seharga Rp7.500-Rp10 ribu," kata Ketua Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni kepada Medcom.id, Rabu, 14 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mukroni menyebut bahwa masyarakat kelas menengah bawah sejauh ini masih menghemat anggaran lantaran penangan wabah yang diperkirakan belum selesai hingga 2021. Karyawan perkantoran yang jadi konsumen utama warteg seperti di Jakarta pun mengalami pengurangan pendapatan.
 
"Kami memahami karena ekonomi lagi suram, daya beli turun dan banyak pengangguran. Karyawan yang tadinya royal sekarang banyak pemotongan katanya tunjangan sudah tidak ada dan gaji pokok juga dipotong," ungkapnya.
 
Penurunan daya beli masyarakat, kata dia, bisa terlihat di sejumlah pasar tradisional Jakarta yang sepi pengunjung.
 
"Kondisi pasar kegiatan ekonominya juga turun, lihat daging masih banyak yang belum terjual, pas cari ayam juga masih banyak. Sebelum ada pandemi biasa selalu berebut jangan sampai kehabisan," paparnya.
 
Sejauh ini, hanya warteg yang berada di dekat pemukiman warga yang mampu setidaknya membuka operasional usaha. Omzet per hari rata-rata hanya mampu terkumpul Rp300 ribu dari sebelumnya Rp3 juta.
 
"Saat PSBB transisi Jilid II pun pembeli yang malah turun, tadinya 100 orang sekarang hanya 5-10 pengunjung," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif