Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih. FOTO: Kementerian Perindustrian
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih. FOTO: Kementerian Perindustrian

Pasar Digital Tumbuh, Industri Kemasan Naik Daun

Ekonomi Kementerian Perindustrian
Media Indonesia.com • 01 Desember 2020 08:29
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan kinerja industri kemasan bakal meningkat akibat naiknya aktivitas pasar digital. Hal itu sejalan dengan peta jalan industri 4.0 yang dicanangkan pemerintah.
 
"Proporsi ini kami yakini akan meningkat lebih tinggi dengan didorong pesatnya peningkatan pasar digital yang membuat mobilitas produk semakin tinggi," ungkap Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih, dikutip dari Mediaindonesia.com, Selasa, 1 Desember 2020.
 
Berdasarkan Indonesia Packaging Federation 2020, kinerja industri kemasan di Tanah Air diproyeksikan tumbuh pada kisaran enam persen di 2020, naik dari nilai realisasi tahun lalu sebesar Rp98,8 triliun. Ditinjau dari material, kemasan yang beredar 44 persen dalam bentuk kemasan fleksibel, 14 persen kemasan rigid plastic, dan 28 persen kemasan paperboard.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karakteristik kedua kemasan tersebut, dari sisi ekonomi dan daya tahan membuatnya menjadi pilihan yang lebih baik," kata Gati.
 
Mengutip dari riset AT Kerney (2019) di Asia, Gati menyebut ada beberapa pergeseran paradigma yang terjadi secara makro ekonomi dan memengaruhi tren industri pengemasan.
 
Misalnya, pertumbuhan penjualan retail daring di Asia yang mencapai rata-rata 19 persen per tahun, menggeser tren kemasan yang awalnya lebih mementingkan penampilan, menjadi lebih mementingkan kekuatan dan daya tahan kemasan.
 
"Kemudian, meningkatnya permintaan smart packaging, meningkatnya kesadaran konsumen terhadap kemasan yang berkelanjutan, serta desain kemasan yang dapat mengurangi biaya pengemasan. Ini tentu saja akan mengurangi harga jual dan meningkatkan daya saing produk," jelas Gati.
 
Dengan kemajuan teknologi, sambungnya, orang-orang terus berinovasi mengembangkan teknologi kemasan dan mencari solusi untuk masalah-masalah pangan yang sangat rentan risiko, seperti untuk pangan basah.
 
Untuk menjaga keamanan dan kekuatan makanan, dia mengatakan, kemasan harus menggunakan teknologi. Misalnya, dengan menjadikan makanan tersebut beku atau menggunakan active & intelligent packaging untuk mengetahui umur dan kondisi dari makanan.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif