Ilustrasi pembangkit listrik tenaga uap - - Foto: Antara/ Idhad Zakaria
Ilustrasi pembangkit listrik tenaga uap - - Foto: Antara/ Idhad Zakaria

Mundur, PLTU Sumsel 8 Bakal Beroperasi Akhir 2021

Suci Sedya Utami • 02 Maret 2021 17:36
Jakarta: PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan commercial operation date (COD) atau operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Sumsel 8 bisa dilakukan pada kuartal I-2022.

Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin mengatakan progres pembangunan PLTU mulut tambang terbesar di Indonesia ini telah mencapai sekitar 70 persen pada Januari 2021. Ia pun yakin dengan progres tersebut, penyelesaiannya akan berjalan sesuai target.
 
"Kami optimistis ini bisa commisioning pada kuartal pertama tahun depan," ujar Arviyan dalam HUT PTBA ke 40, Selasa, 2 Maret 2021.
 
Direktur Keuangan Bukit Asam Mega Satria menambahkan operasional pembangkit ini memang mengalami keterlambatan dari yang seharusnya dilakukan pada akhir 2021. Hal tersebut disebabkan oleh pandemi covid-19 yang membuat pergerakan barang dan orang menjadi terbatas sehingga perusahaan perlu melakukan pergeseran operasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Memang ada sedikit penyesuaian waktu namun kami optimistis ini akan selesai 100 persen pada kuartal I-2022," ujar Satria.
 
Emiten tambang pelat merah ini memastikan pembangunan proyek akan tetap berlangsung meskipun ada perubahan anggaran dalam belanja modal atau capital expenditure (capex). Satria menuturkan perusahaan telah mengalokasikan anggaran khusus untuk proyek tersebut.
 

"Capex yang dicanangkan Bukit Asam berkisar Rp2,5 triliun. Sebagian besar untuk investasi di PLTU Mulut Tambang Sumsel 8, yakni penyetoran modal sesuai dengan progress PLTU," jelas Satria.
 
PLTU Sumsel 8 berkapasitas 1.200 megawatt (MW). PLTU ini akan memasok kebutuhan listrik di Sumatra dan Jawa.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif