Ilustrasi PLN - - Foto: Antara/ Zabur Karuru
Ilustrasi PLN - - Foto: Antara/ Zabur Karuru

Impor Mendominasi, Penggunaan TKDN PLN Masih Rendah

Ekonomi pembangkit listrik PLN impor Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)
Suci Sedya Utami • 24 Februari 2021 16:05
Jakarta: Realisasi penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) oleh PT PLN (Persero) telah mencapai 40,3 persen di 2020. Namun, besaran tersebut masih di bawah target.
 
Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengakui rendahnya penggunaan TKDN ini ditengarai karena tidak adanya komponen dalam negeri yang memenuhi spek yang dibutuhkan PLN. Salah satunya untuk komponen pembangkit terutama pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang belum tersedia. Alhasil, PLN masih harus impor, termasuk komponen untuk gardu induk.
 
"Dalam beberapa tahun terakhir kami melakukan monitoring TKDN melalui surveyor independen. Kami memang belum capai target dari aturan yang terkait," kata Zulkifli di acara webinar peran TKDN ketenagalistrikan dalam pembangunan nasional, Rabu, 24 Februari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pusat Pengkajian Industri Manufaktur, Informatika dan Elektronika BPPT, AT Andhika Prastawa menjelaskan realisasi TKDN di pembangkit memang masih rendah yakni di bawah 30 persen.
 
"Realisasinya untuk pembangkit masih di bawah 30 persen. Hal ini karena seperti Broiler atau Turbin dengan kapasitas besar masih belum bisa diproduksi dalam negeri," ujar Andhika.
 
Ia mengatakan industri dalam negeri yang bisa memenuhi kebutuhan komponen turbin dan boiler baru sebesar 17 persen dari total keseluruhan pabrik fabrikasi kelistrikan. Itu pun, kata Andika, hanya bisa memproduksi untuk pembangkit yang berkapasitas kecil, di bawah 100 megawatt (MW).
 
Penguatan industri dalam negeri

 
Oleh karenanya menurut Andika, perlu kerja sama seluruh pihak untuk meningkatkan kapasitas industri dalam negeri dengan dukungan regulasi. Senada, Zulkifli juga menyampaikan perlu ada dukungan pemerintah dan industri dalam negeri untuk mencapai target TKDN di sektor kelistrikan.

"Kami butuh dukungan dan keterbukaan semua sehingga keterlibatan industri dalam negeri dalam proyek listrik bisa berjalan dengan optimal," imbuh Zulkifli.
 
Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Dirjen ILMATE) Kementerian Perindustrian, Taufik Bawazier mengatakan pemerintah sebenarnya telah menyiapkan mekanisme agar PLN bisa meningkatkan penggunaan TKDN, terlebih jika produksi di dalam negeri harganya mahal, sehingga membuat perseroan memilih untuk mengimpor dengan harga yang lebih kompetitif.
 
"Memang secara kualitas sebenarnya kita bersaing tapi memang harganya dibandingkan impor kita lebih mahal. Tapi harga kemahalan ini akan ditanggung oleh pemerintah. Kami di Kemenperin sudah ada aturannya kok," ujar Taufik.
 
Taufik pun meminta PLN terbuka apabila ada kendala dalam memperoleh komponen produksi dalam negeri. Sebab, Taufik yakin sebetulnya produksi dalam negeri bisa memenuhi kebutuhan PLN.
 
"Tower transmisi ini bisa kok dalam negeri untuk bisa memenuhi PLN. PLN juga kita kasih referensinya. Jadi PLN juga ikut menumbuhkan dalam negeri," jelas Taufik.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif