Ilustrasi. Foto: Dok.MI
Ilustrasi. Foto: Dok.MI

Terapkan Hilirisasi, Bukit Asam Bakal Makin Cuan

Suci Sedya Utami • 25 Maret 2021 13:17
Jakarta: PT Bukit Asam Tbk (PTBA) telah menghitung potensi peningkatan pendapatan dengan adanya program hilirisasi batu bara, salah satunya dengan mengubah batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME).
 
DME nantinya akan digunakan sebagai substitusi impor Liquified Petroleum Gas (LPG). Selain itu, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini juga tidak lagi menjual batu bara mentah, namun akan menggunakannya sebagai bahan baku di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang.
 
"PTBA sudah mulai PLTU mulut tambang, kita tidak lagi jual batu bara tapi jual listrik. 2022 awal nanti mudah-mudahan COD (beroperasi) PLTU mulut tambang terbesar di Indonesia dan Sumatra dengan tarif kompetitif," kata Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin, Jakarta, dikutip Kamis, 25 Maret 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun untuk proyek DME, kata Arifin, pembangunanya akan dimulai pada akhir 2021. Konstruksi pabrik DME tersebut akan memakan waktu empat tahun, sehingga pada 2025 telah beroperasi dan bisa mensubstitusi LPG.
 
Ia mengatakan proyek-proyek tersebut akan menambah pundi-pundi keuntungan perusahaan. Arviyan bilang selama ini pendapatan perseroan tergantung dari penjualan batu bara, terutama yang diekspor.
 
Berdasarkan kalkulasi dari keseluruhan proyek baik PLTU Mulut Tambang, coal to DME akan mendapatkan keuntungan USD300 juta atau setara Rp4,3 triliun per tahun. Ditambah lagi dengan adanya kepemilikan saham di PLTU Sumsel 8 yang pendapatannya mencapai Rp3 triliun per tahun.
 
"Belum lagi revenue dari hilirnya, dari produk akhirnya DME. Ini baru bicara penjualan batu bara yang tergantung ke pihak ketiga," jelas dia.
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif