Menteri Kominfo Johnny G Plate. FOTO: Kominfo
Menteri Kominfo Johnny G Plate. FOTO: Kominfo

Menkominfo: Pembangunan Infrastruktur TIK Maju Satu Dekade

Media Indonesia.com • 15 Desember 2020 08:54
Jakarta: Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang dipercepat satu dekade merupakan bagian dari upaya mengantisipasi pandemi covid-19 dan dinamika dunia digital.
 
"Maju satu dekade untuk mendukung transformasi digital Indonesia untuk menghadapi pandemi covid-19 dan perkembangan digital,” ujar Johnny, dikutip dari Mediaindonesia.com, Selasa, 15 Desember 2020.
 
Menurut Johnny, saat ini Kementerian Kominfo tengah mengupayakan pembangunan infrastruktur telekomunikasi agar pada akhir 2022 seluruh desa dan kelurahan di Indonesia terjangkau jaringan 4G. Diharapkan pada akhir 2022 seluruh desa dan kelurahan di Indonesia yang ada sebanyak 83.218 desa dan kelurahan seluruhnya sudah bisa terjangkau sinyal 4G.

Johnny menambahkan percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi dapat terjadi atas dukungan Presiden Joko Widodo dan berdasarkan keputusan politik yang kuat. Upaya menyelesaikan daerah blankspot tersebut dibiayai melalui bauran pembiayaan atau blended financing.
 
"Dengan begitu, percepatan pembangunan maju lebih cepat yakni 10 tahun," kata Johnny.
 
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak dan seluruh elemen bangsa, Johnny berharap pada akhir 2022 nanti seluruh desa dan kelurahan di Indonesia yang berjumlah 83.218 sudah bisa terjangkau sinyal 4G.
 
"Ada 3.435 desa dan kelurahan yang berada di wilayah non-3T, para pimpinan operator seluler telah berkomitmen secara simultan untuk menyelesaikan pembangunan atau menghadirkan sinyal di wilayah non-3T tadi selambat-lambatnya pada 2022 juga, sehingga sisanya 9.113 desa dan kelurahan akan dibangun Kominfo," jelas Johnny.
 
Dengan luas wilayah nasional Indonesia yang 7,8 juta km persegi, 1,9 juta km persegi di antaranya daratan dengan 17.500 pulau, kemudian 3,25 juta km persegi wilayah perairan, dan 2,55 juta masuk dalam wilayah Zona Ekonomi Eksklusif, pemerataan pembangunan infrastruktur telekomunikasi menjadi tantangan tersendiri.
 
Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen untuk membangun berbagai infrastruktur teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK). Johnny mengatakan pihaknya mulai dari membangun 348 ribu kilometer fiber optik backbone broadband di daratan sepanjang 226 ribu km dan di dasar laut 123 ribu km.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan