Ilustrasi. Foto: MI/Safir Makki
Ilustrasi. Foto: MI/Safir Makki

Kompensasi Pemerintah Diyakini Perkuat Arus Kas Pertamina

Medcom • 04 Juli 2022 10:06
Jakarta: Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan kompensasi BBM dan LPG subsidi dari pemerintah kepada Pertamina merupakan bentuk komitmen kehadiran negara kepada rakyat. Kompensasi dapat memperkuat arus kas Pertamina sehingga terus dapat berkontribusi bagi perekonomian nasional
 
Dengan kompensasi ini, kata dia, subisidi BBM dan LPG dapat terus diberikan. Pemerintah pun bisa menjaga daya beli masyarakat. 
 
"Iya, kompensasi BBM ini memang bentuk daripada turun tangannya pemerintah. Arus kas Pertamina menjadi lebih kuat, sehingga BBM dan LPG subsidi dapat terus diberikan. Karena itu pula, diharapkan membuat harga-harga lebih stabil," kata Faisal, melalui keterangan tertulis, Senin, 4 Juli 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menambahkan, upaya pemerintah ini sangat penting. Terutama pada saat kondisi geopolitik saat ini yang memicu kenaikan harga minyak mentah dunia. Selain itu, upaya ini juga menjamin harga BBM bersubsidi seperti Pertalite yang paling banyak digunakan, agar tidak mengalami kenaikan. 
 
"Ini memang harus ada campur tangan atau intervensi atau suntikan dana dari APBN. Kenaikan harga minyak dunia saat ini sudah di atas USD100 bahkan USD120 dollar per barrel," kata dia. 
 
Menurutnya, pembayaran kompensasi memang sangat penting karena bisa menjaga kesehatan finansial BUMN tersebut. Di sisi berbeda, jika BBM dan LPG subsidi hanya dibebankan kepada Pertamina, tentu berdampak terhadap kas keuangan Pertamina. 
 
"Jika hanya dibebankan kepada Pertamina tentu akan mengganggu finansial Pertamina. Apalagi beban subsidi terus meningkat," ujar Faisal. 
 
Dengan turunnya pembayaran kompensasi BBM dan LPG subsidi awal bulan ini sebesar Rp64 triliun, Faisal berharap agar Pertamina bisa meningkatkan efisiensi. "Ini tentu tantangan bagi Pertamina dalam melakukan efisiensi, terutama dengan margin yang semakin tipis karena ada beban subsidi," kata dia.
 
Itu sebabnya, masyarakat diharapkan juga sadar bahwa kondisi saat ini sangat berat. Tidak hanya bagi Pertamina tetapi juga pemerintah. 
 
Karena itu, ia mengimbau masyarakat lebih bijak dalam mengonsumsi BBM dan LPG subsidi. Selain berhemat, hendaknya BBM dan LPG subsidi hanya dikonsumsi masyarakat menengah ke bawah. 
 
Baca: Pemerintah Akhirnya Bayar Kompensasi Rp64,5 Triliun ke Pertamina

Awal Juli ini Pertamina telah menerima pembayaran dari pemerintah atas kompensasi penyaluran BBM dan LPG subsidi untuk periode 2021 sebesar Rp64,5 Triliun. Pembayaran kompensasi tersebut, merupakan bagian dari beberapa pembayaran kompensasi yang sudah dilakukan pemerintah atas penugasan distribusi BBM dan LPG Subsidi bagi masyarakat. 
 
Per April 2022 lalu, Pemerintah telah membayarkan kompensasi sebesar Rp 29,0 triliun. Secara keseluruhan, sepanjang 2022 total pembayaran subsidi dan kompensasi untuk periode hingga 2021 yang telah dibayarkan pemerintah kepada Pertamina sebesar Rp93,5 triliun.
 
(UWA)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif