PT Pertamina (Persero) mengantisipasi migrasi masyarakat dari Bahan Bakar Minyak (BBM) pertamax ke pertalite. Foto : Medcom.
PT Pertamina (Persero) mengantisipasi migrasi masyarakat dari Bahan Bakar Minyak (BBM) pertamax ke pertalite. Foto : Medcom.

Harga Pertamax Naik, Pertamina Tahan Laju Migrasi BBM

Annisa ayu artanti • 02 April 2022 12:58
Jakarta: PT Pertamina (Persero) telah memiliki beberapa strategi untuk mengantisipasi migrasi masyarakat dari mengkonsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertamax ke pertalite. Hal itu seiring dengan penyesuaian harga pertamax per 1 April 2022 yang membuat disparitas harga antara pertamax dan pertalite terlalu jauh.
 
"Kami akan perbanyak edukasi dan sosialisasi penggunaan BBM nonsubsidi," kata Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting kepada Medcom.id, Sabtu, 2 April 2022.
 
Lalu, kepada masyarakat yang merupakan golongan mampu, Irto juga meminta untuk tetap menggunakan BBM dengan kadar RON 92 tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami mengimbau agar pengguna pertamax tetap menggunakan BBM nonsubsidi," ucapnya.
 
Selain itu, Irto menambahkan, rencananya perusahaan minyak pelat merah tersebut juga akan melalakukan program khusus untuk menahan masyarakat turun kelas menggunakan pertalite.
 
"Kita adakan juga program khusus untuk pengguna BBM nonsubsidi," pungkasnya.
 
Sebelumnya, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) memperkirakan akan terjadi migrasi alias turun kelas masyarakat dalam menggunakan BBM setelah Pertamina mengumumkan kenaikan harga pertamax semalam.
 
"Jika harga BBM pertamax dinaikkan, terdapat potensi pengguna pertamaks yang akan migrasi (turun kelas) menjadi pengguna pertalite," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi kepada Medcom.id, Jumat, 1 Maret 2022 lalu.
 
Menurutnya, disparitas harga yang cukup tinggi antara pertamax dan pertalite perlu diantisipasi. Jangan sampai fenomena migrasi gas elpiji 5,5 kg dan 12 kg ke gas melon kembali terjadi.
 
"Maka dampaknya akan terjadi disparitas yang sangat jomplang antara harga pertalite dengan pertamax. Harus ada upaya untuk mengantisipasi fenomena ini," ucapnya.
 
Seperti diketahui, Pertamina menaikkan harga pertamax per hari ini menjadi Rp12.500 per liter dengan mempertimbangkan krisis geopolitik yang telah mengakibatkan harga minyak dunia melambung tinggi diatas USD100 per barel. Namun harga tersebut belum sesuai dengan harga keekonomian. Pertamina masih nombok Rp3.500 untuk setiap penjualan pertamax.
 
Sementara disparitas harga antara pertamax dan pertalite saat ini adalah sekitar Rp4.850 per liter. Pertamina tidak mengubah harga pertalite agar tetap menyediakan bahan bakar dengan harga terjangkau yakni sebesar Rp7.650 per liter.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif