Pemerintah pun mulai tancap gas memperkuat ekosistem data center, kecerdasan buatan (AI), hingga keamanan siber lewat Forum Nasional bertajuk Indonesia Digital Leap: Akselerasi Ekosistem Data Center, AI & Keamanan Siber untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional.
Forum itu dilakuka pada Rabu, 20 Mei 2026 di Gedung Ali Wardhana, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI. Forum eksklusif ini menghadirkan lebih dari 200 peserta terpilih dari kalangan pemimpin industri, regulator, dan pembuat kebijakan untuk membahas percepatan ekosistem infrastruktur digital sebagai fondasi mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional.
Seperti diketahui, Peraturan Presiden No. 4/2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Pertumbuhan Ekonomi telah menempatkan infrastruktur digital, data center, AI, dan keamanan siber sebagai pilar fundamental mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Infrastruktur digital jadi fondasi ekonomi masa depan
Pada sesi pembukaan, forum menghadirkan sejumlah sambutan dari pemangku kepentingan strategis. Deputi Koordinasi Perdagangan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Ali Murtopo Simbolon menekankan pemerintah menempatkan transformasi digital sebagai faktor kunci dalam strategi menuju Indonesia Emas 2045 dan pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen.| Baca juga: Rancang Ekonomi 2027, Prabowo: Inflasi dan Rupiah Stabil hingga Pertumbuhan 6,5% |
"Infrastruktur digital yang tangguh, data center, AI, dan keamanan siber adalah fondasi yang akan menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan Indonesia," ujarnya dalam keterangan, Kamis, 21 Mei 2026.
Sementara itu, Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru, Ditjen Ekosistem Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Aju Widia Sari menyampaikan bahwa penguatan konektivitas digital yang meliputi percepatan pembangunan data center, pengembangan ekosistem artificial intelligence, dan penguatan ketahanan siber bukan lagi pilihan, melainkan fondasi strategis untuk pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan asosiasi adalah kunci untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pelaku aktif dalam ekosistem digital global," tegasnya.
Ancaman siber jadi tantangan serius
Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Rahmat Subagio, menekankan pentingnya penyiapan sumber daya manusia, penguatan kolaborasi lintas sektor, dan adopsi teknologi terkini untuk memperkuat ketahanan siber nasional."Ancaman siber tidak mengenal batas dan terus berkembang dari ransomware, Advanced Persistent Threats (APT), hingga serangan terhadap infrastruktur kritikal. Indonesia membutuhkan pendekatan holistik yang mengintegrasikan kapabilitas deteksi dini, respons insiden yang cepat, dan pembangunan ekosistem keamanan siber yang melibatkan seluruh stakeholder, pemerintah, BUMN, sektor swasta, dan akademisi," terangnya.
"Investasi dalam teknologi Security Operations Center (SOC), threat intelligence sharing, dan pengembangan talenta cybersecurity menjadi prioritas mutlak untuk melindungi kedaulatan digital dan keberlanjutan ekonomi digital Indonesia," imbuhnya.
Acara dilanjutkan dengan menampilkan dua sesi panel yang membahas isu-isu kritis dalam ekosistem digital Indonesia. Panel sesi 1 fokus pada pembahasan data center dan AI dengan tema "Membangun Ekosistem Data Center & AI Nasional yang Berdaya Saing Global untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi 8%".
Sementara sesi panel 2 membahas isu strategis keamanan siber dengan tema Strategi Keamanan Siber Nasional, Melindungi Infrastruktur Digital, Data Center & Sektor Keuangan Indonesia. Forum ini dihadiri dari berbagai kalangan mulai dari pemerintah hingga stakeholder.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News