Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Pelaku Bisnis Kuliner Terus Berjuang di Tengah Pandemi Covid-19

Angga Bratadharma • 24 Maret 2021 09:18
Jakarta: Pandemi Covid-19 yang sudah melanda sejak tahun lalu sangat berdampak besar bagi kehidupan manusia. Tidak hanya memengaruhi masalah kesehatan, namun, pandemi turut mengguncang berbagai sektor industri dan bisnis dengan salah satu yang berdampak paling besar adalah usaha kuliner atau Food & Beverage (F&B).
 
Di tengah pandemi yang belum juga berakhir, para pelaku usaha terus berupaya bangkit dari keterpurukan. Untuk menghadapi segala macam tantangan yang ada, mereka dituntut untuk lebih kreatif dengan lebih memaksimalkan strategi marketing baik penjualan melalui online maupun offline.
 
Selain itu, para pelaku usaha juga harus pandai membaca peluang yang ada di pasar dan kemampuan masyarakat saat ini. Hal itu penting agar pelaku usaha di bidang kuliner bisa tetap bertahan di tengah ketidakpastian dan sengitnya persaingan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Owner Saigon Delight Praba Madhavan mengatakan meski sempat bergeliat kembali menjelang pergantian tahun lalu namun bisnis F&B kembali mengalami perlambatan mengingat diberlakukannya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada awal tahun ini.
 
Menurutnya meskipun tengah mengalami penurunan kembali, di masa pandemi ini bisnis yang masih bisa selamat adalah bisnis F&B dengan para pelanggan masih bisa dine-in ataupun take away dan juga delivery.
 
"Tapi, tidak bisa dipungkiri juga ada banyak pengusaha di bidang kuliner yang mengurangi aktivitas usahanya, bahkan ada yang menghentikan secara total," ujar Praba, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 24 Maret 2021.
 
Praba tidak memungkiri Saigon Delight menjadi salah satu yang terdampak pandemi dan juga PPKM. Sebagai informasi, Saigon Delight merupakan restoran yang menawarkan rasa Vietnam dan berdiri di bawah naungan Yeu Saigon Group. Selain menghidangkan sajian khas Vietnam, Saigon Delight juga menyajikan makanan sehat.
 
Lebih lanjut, Praba berharap, adanya vaksinasi yang dilakukan di Indonesia turut menjadi dampak baik bagi bisnis F&B khususnya restoran. Dia juga berharap agar masyarakat dapat mulai terbiasa dengan kondisi saat ini, sehingga para pelaku usaha restoran bisa kembali menjalankan usahanya dengan aman.
 
Dia mengakui adanya pandemi covid-19 turut berpengaruh pada omzet restoran setiap harinya. Hal ini dikarenakan oleh jumlah kapasitas pelanggan yang dibatasi. Namun, menurutnya, Saigon Delight tetap beroperasi di tengah pandemi dengan selalu menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.
 
"Dengan selalu menerapkan protokol kesehatan yang berlaku, kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik demi kesehatan, keamanan, dan kenyamanan pengunjung setia kami," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif