Ilustrasi pabrik mobil Mitsubishi - - Foto: dok Mitsubishi
Ilustrasi pabrik mobil Mitsubishi - - Foto: dok Mitsubishi

Indonesia Raih Rp11,2 Triliun untuk Tambahan Investasi Kendaraan Listrik

Ekonomi mitsubishi Investasi Asing Kementerian Perindustrian Kendaraan Listrik
Antara • 10 Maret 2021 19:44
Jakarta: Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut Indonesia meraih tambahan investasi sebesar Rp11,2 triliun untuk pengembangan jenis kendaraan listrik. Investasi tersebut berasal dari produsen otomotif Jepang, Mitsubishi Motors.
 
"Mitsubishi hingga akhir 2025 berkomitmen menambah investasi sebesar Rp11,2 triliun, di mana akan terjadi peningkatan kapasitas, dari yang tadinya 220 ribu unit, akan naik menjadi 250 ribu unit," kata Agus, Rabu, 10 Maret 2021.
 
Menurutnya Mitsubishi akan mengembangkan dua model kendaraan, yaitu sport utility vehicle (SUV) Xpander jenis hybrid dan plug in hybrid. Kemudian, model kedua akan diarahkan pengembangannya menjadi produk ekspor Indonesia ke negara-negara tujuan ekspor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka akan mengembangkan hybrid, memang itu pilihan bisnis mereka, tentunya kami mengawal. Selain hybrid juga mereka akan melakukan investasi plug in hybrid," terang dia.
 
Sementara, khusus untuk jenis electric vehicle (EV), Menperin menyampaikan bahwa Mitsubishi masih melakukan studi terhadap model-model yang akan dikembangkan, namun mereka sudah berkomitmen untuk melakukan pengembangan jenis kendaraan EV.
 
Selain itu, Agus menyebutkan bahwa Mitsubishi juga akan menambah sembilan negara tujuan ekspor baru bagi kendaraan yang diproduksi di Indonesia. Dengan demikian, negara tujuan ekspor Mitsubishi bertambah menjadi sekitar 39 negara dari sebelumnya 30 negara.
 
Pasalnya, Indonesia ingin segera memaksimalkan kerja sama ekonomi komprehensif dengan Australia atau Indonesia-Australia CEPA. Salah satu yang akan digenjot adalah ekspor kendaraan listrik, di mana negeri kanguru merupakan pasar yang sangat potensial untuk produk kendaraan listrik.
 
"Kami sudah menekankan bahwa pasar di Australia ini sangat penting. Australia menjadi satu negara yang akan diperluas," pungkas Menperin.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif