Direktur Mega Proyek PLN Ikhsan Asaad mengatakan pihaknya akan membuka proses lelang untuk para pengembang di Desember 2020. Lelang tersebut akan dilakukan untuk PLTD yang berada di 200 lokasi yang menjadi tahap pertama dalam program konversi pembangkit berbahan bakar BBM.
"Kita buka, silakan pada teman-teman pengembang boleh ikut," kata Ikhsan dalam konverensi pers daring, Senin, 2 November 2020.
PLN berencana untuk mengganti 5.200 unit PLTD yang tersebar di 2.130 lokasi di seluruh Indonesia. Untuk tahap pertama akan difokuskan pada 200 lokasi dengan mempertimbangkan kondisi PLTD yang telah berusia lebih dari 15 tahun. Selain itu berada di lokasi terpencil yang sulit dijangkau (isolated) oleh sistem grid, serta biaya pokok penyediaan (BPP) listriknya sangat tinggi.
Pada tahap pertama, kapasitas daya yang akan dikonversi sebesar 225 mega watt. Nantinya di tahap kedua kapasitas yang akan dikonversi sebesar 500 MW dan tahap ketiga 1.300 MW. Adapun secara keseluruhan di 2.130 lokasi daya listriknya mencapai dua gigawatt (GW).
Dalam mencari mitra, PLN tidak membatasi kriteria pengembang. Bahkan perseroan membuka kemungkinan untuk menggandeng sejumlah perusahaan rintisan (startup).
"Kami akan buka kesempatan bagi perusahaan-perusahaan (startup) untuk mengajukan usulan mengganti pembangkit-pembangkit tersebut," kata Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini.
Zulkifli pun menunggu usulan dari perusahaan-perusahaan rintisan milenial terkait penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pembangkit listrik tenaga bayu atau angin, atau penggabungan energi surya yang disertai dengan modul baterai.
Sebab, keberadaan baterai tersebut penting agar energi surya yang digunakan tidak hanya bisa dimanfaatkan pada siang hari, tetapi energi juga dapat tersimpan di dalam baterai sehingga bisa dimanfaatkan pada malam hari.
"Kita enggak ingin gunakan PLTS di siang hari namun di malam harinya kita gunakan diesel lagi, kita ingin hilangkan dieselnya sama sekali. Beberapa bulan ke depan kita akan buka tender terhadap inovasi mengganti diesel dengan sumber energi lain," jelas Zulkifli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News