Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat Rakernas Pembangunan Pertanian 2021 dengan Presiden Joko Widodo. Foto: dok BPMI Setpres.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat Rakernas Pembangunan Pertanian 2021 dengan Presiden Joko Widodo. Foto: dok BPMI Setpres.

Sektor Pertanian Bertahan dari Krisis, Ini Resepnya

Ekonomi jokowi pertanian Kementerian Pertanian Food Estate Syahrul Yasin Limpo
Ade Hapsari Lestarini • 11 Januari 2021 15:08
Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mempunyai strategi tersendiri dalam meningkatkan sektor pertanian Tanah Air, sehingga bisa bertahan dari krisis.
 
Hal ini merespons pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menegaskan bahwa pembangunan pertanian harus mendapat perhatian serius dari semua pihak, agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.
 
Jokowi menyebut saat ini sektor pertanian menempati posisi yang sangat sentral, karena terbukti mampu bertahan dari ancaman krisis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Mentan, sektor pertanian menjadi yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat dunia. Karena itu, peningkatan produktivitas adalah pilihan yang wajib dilakukan semua pemerhati pertanian Indonesia.
 
"Demi mendukung arahan Presiden kami memiliki Cara Bertindak (CB) 1 sampai 5 dan kami siap melakukannya di lapangan," ujar Mentan Syahrul, dalam keterangan resminya, Senin, 11 Januari 2021.
 
Sebelumnya Jokowi mengatakan jumlah penduduk Indonesia sudah lebih dari 273 juta, sehingga pengelolaan pangan betul-betul harus diseriusi.
 
Saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian 2021 di Istana Negara, Jokowi menuturkan pembangunan pertanian tidak bisa dilakukan dengan cara yang konvensional. Namun harus dilakukan dengan terobosan serta inovasi yang bisa mendongkrak pertumbuhan pertanian berkelanjutan.
 
"Oleh sebab itu perlu membangun skala ekonomi melalui food estate. saya ingin tahun ini sudah disemaikan agar bisa kita evaluasi bersama," kata Jokowi.
 
Saat ini pemerintah memiliki program jangka panjang bernama food estate. Program ini merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi yang mencakup pertanian, perkebunan, dan peternakan di satu kawasan.
 
"Jika produktivitas kita meningkat kita bisa mengurangi ketergantungan akan impor dan nanti food estate ini akan kita lakukan di Provinsi lainnya dengan dana dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara)," pungkas Jokowi.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif