Ilustrasi bisnis batu bara PTBA. Foto: Kemenkeu.
Ilustrasi bisnis batu bara PTBA. Foto: Kemenkeu.

PTBA Terapkan Digitalisasi Pertambangan

Antara • 04 Oktober 2022 11:42
Palembang: PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menerapkan digitalisasi dalam mengoperasikan dan memantau kegiatan pertambangan di berbagai lokasi di Sumatera Selatan, Lampung dan Sumatra Barat.
 
baca juga: Ambil Momen Kenaikan Harga, PTBA Jual Batu Bara ke Italia

Corporate Secretary PTBA Apollonius Andwie mengatakan digitalisasi sudah dilakukan perusahaan sejak 2020 untuk memantau aktivitas pertambangan secara real time (terkini) menggunakan beragam aplikasi.
 
Aplikasi yang digunakan perusahaan, yakni CISEA (Corporate Information System and Enterprise Application) yang mengintegrasikan beberapa sistem sekaligus, yaitu Automation& SCADA System Integration dan Bukit Asam Mine Dispatch Optimation System.
 
Selanjutnya, Automatic Train Loading Station, Slope Stability Radar (SSR), Digital Telemetri, Sistem Pemantauan Air Terintegrasi (SPARING), hingga Corporate Social Responsibility (CSR).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Transformasi digital merupakan bagian dari langkah PTBA untuk menjalankan 'Good Mining Practice'," kata dia dikutip dari Antara, Selasa, 4 Oktober 2022.
 
Penggunaan teknologi digital ini telah meningkatkan efisiensi dan keberlangsungan usaha. Dengan terintegrasinya SCADA dalam platform CISEA, jarak tempuh tidak menjadi masalah untuk melakukan software maintenance, trouble shooting, dan analisis terhadap sistem kendali di PTBA.
 
Analisis data juga menjadi lebih mudah dan akurat karena semua data operasional disimpan secara otomatis dan real time. Melalui Bukit Asam Mine Dispatch Optimation System, produktivitas dan efisiensi pertambangan dapat ditingkatkan.
 
Data produksi, real time performance unit dan operator, losstime, konsumsi BBM, monitoring posisi unit (loader, hauler, ancillaries), status unit, real time perkiraan kondisi jalur tambang, safety operasional, water monitoring, rain monitoring semuanya dapat diperoleh dari aplikasi yang tersedia telepon seluler.
 
Melalui program Automatic Train Loading Station pengisian dan penimbangan batu bara ke gerbong kereta api dilakukan secara otomatis dan bisa dipantau dengan ponsel.
 
“Waktu proses pengisian batu bara ke gerbong kereta lebih cepat,” kata dia.
 
Dengan begitu, konservasi sumber daya batu bara dapat ditingkatkan dan biaya atas risiko terjadinya longsor dapat diminimalkan.
 
Sedangkan program SSR memantau lereng tambang secara real time dan detail. SSR mampu mendeteksi pergerakan kecil yang tidak terdeteksi oleh alat monitoring lainnya.
 
Dengan begitu, konservasi sumber daya batu bara dapat ditingkatkan. Biaya atas risiko terjadinya longsor diminimalkan.
 
Ada juga Digital Telemetri yang menyediakan data curah hujan secara "real time" melalui CISEA. Kemudian SPARING memberi peringatan dini bila terjadi penyimpangan kualitas air yang tidak sesuai baku mutu.
 
Apollonius menambahkan, aplikasi CISEA membantu penyaluran CSR agar lebih tepat sasaran dengan menyediakan data kelompok rentan hasil social mapping, mempercepat evaluasi pemberian bantuan, dan memberikan data pembanding ketepatan penyaluran dana CSR.
 
PTBA telah mendapatkan pengakuan Hak Cipta dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia untuk aplikasi CISEA dengan jangka waktu perlindungan 50 tahun sejak diumumkan.
 
Sejumlah penghargaan diterima PTBA berkat capaian transformasi operasional digital.
 
Vice President Information Technology PTBA, Satria Wirawan pada 2021 mendapat penghargaan Satyalencana Wira Karya dari Presiden Joko Widodo karena inovasinya dalam pemanfaatan teknologi digital untuk pertambangan.
 
Selain itu, Satria juga memperoleh penghargaan Dharma Karya Energi dan Sumber Daya Mineral dari Kementerian ESDM pada 2020.
 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif