Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok Kemenko Perekonomian.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok Kemenko Perekonomian.

Partner Strategis, Airlangga: Potensi Dagang RI-Belanda Masih Bisa Dieksplorasi

Ade Hapsari Lestarini • 16 November 2021 21:49
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membahas peningkatkan investasi dan perdagangan dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Belanda Tom De Bruijn secara virtual.
 
Menurut Airlangga, sebagai partner strategis, masih banyak potensi perdagangan dan investasi yang masih bisa dieksplorasi lebih dalam antara Indonesia dengan Belanda.
 
Nilai perdagangan kedua negara tercatat meningkat 26,27 persen atau sebesar USD2,9 miliar (Januari-Juli 2021) jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Terkait investasi, total investasi Belanda di Indonesia lebih dari USD1,4 miliar di 2020 (peringkat investor ke-6). Adapun beberapa perusahaan Belanda yang sudah mempunyai nama besar di Indonesia seperti Unilever, Lux, Frisian Flag, Phillips, dan beberapa lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya senang perusahaan Belanda sudah memutuskan untuk mengembangkan operasi bisnis juga investasinya di Indonesia. Misalnya Unilever Oleochemical yang akan mengembangkan portofolio bisnisnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei Sumatra Utara," jelas Menko Airlangga, saat pertemuan virtual, Selasa, 166 November 2021.
 
Mengenai pengembangan bisnis perusahaan Belanda di Indonesia, Menko Airlangga mendukung lebih banyak perusahaan lagi melakukan hal yang sama. Apalagi Indonesia sudah merilis UU Cipta Kerja yang salah satu pengaturannya adalah tentang KEK, yang akan lebih banyak lagi insentif yang diberikan untuk KEK di seluruh Indonesia.
 
"Kami terbuka untuk kedatangan misi dagang Belanda ke Indonesia untuk menaikkan kembali perdagangan dan investasi. Pemerintah memberikan insentif seperti tax holiday berdasarkan total investasi. Secara khusus, kami menyarankan investasi di bidang digital seperti data center, kemudian infrastruktur digital, dan industri 4.0 lalu semikonduktor, karena kami punya industri bahan mentah (tembaga atau nikel) untuk semikonduktor," ungkap Menko Airlangga.
 
Di dalam pertemuan juga membahas tentang rencana pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia di 2022. Pemerintah Belanda juga menyampaikan kesiapannya untuk mendukung target-target Presidensi G20 Indonesia di 2022.
 
Selanjutnya, Menko Perekonomian berharap agar Belanda dapat memfasilitasi Indonesia-EU CEPA Meeting, mengingat hubungan kedua negara yang sudah berlangsung sangat lama.
 
"Kami berharap adanya percepatan penyelesaian perundingan Indonesia-EU CEPA, yang saat ini telah memasuki putaran ke-11. Saya percaya keputusan yang cepat dari perundingan Indonesia-EU CEPA akan mengirimkan sinyal kuat ke komunitas internasional, kerja sama ekonomi akan selalu dikedepankan dan membawa hasil positif bagi kepentingan ekonomi nasional, khususnya dalam masa penuh tantangan seperti saat ini," jelas Menko Airlangga.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif