Jakarta: Pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, tetap berjalan setelah banjir susulan melanda sejumlah wilayah pada Minggu (11/10/2026) malam. Hasil koordinasi sementara menunjukkan sebagian besar kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilaksanakan kementerian dan lembaga tidak terdampak, sedangkan kerusakan baru pada fasilitas pendidikan, lahan pertanian, dan konektivitas mulai diidentifikasi untuk segera ditangani.
Pada 2026, pemerintah menyiapkan 111 kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh Tamiang dengan total anggaran Rp3,07 triliun. Program tersebut melibatkan delapan kementerian, yakni Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Lingkungan Hidup.
Pemutakhiran kondisi dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama Tim Monitoring dan Evaluasi Khusus Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera. Koordinasi diarahkan untuk memastikan pekerjaan yang masih aman tetap dilanjutkan dan kegiatan yang terdampak segera memperoleh penanganan lanjutan.
Ketua Tim Monev Khusus Satgas PRR di Aceh Tamiang Kolonel Lek Dedy Sehabudin mengatakan banjir susulan berdampak terhadap delapan bangunan taman kanak-kanak, sembilan sekolah dasar, dan empat sekolah menengah pertama yang telah direvitalisasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Selain fasilitas pendidikan, banjir kembali memengaruhi sekitar 59 hektare lahan pertanian yang sebelumnya telah direhabilitasi Kementerian Pertanian. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan menentukan kebutuhan pemulihan agar kegiatan belajar mengajar serta aktivitas pertanian masyarakat tetap berlangsung.
“Ini angka sementara yang kami dapat dari SKPD dan akan terus kami monitor,” kata Dedy seusai rapat koordinasi di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (14/10/2026).
Peninjauan lapangan juga dilakukan pada jalan kabupaten yang tergerus di Lorong Pinggir, Desa Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu; Jembatan Alur Tani II yang menghubungkan Desa Alur Tani II dan Kampung Rongoh; serta lahan pertanian di Desa Jambo Rambong, Kecamatan Bandar Pusaka. Temuan lapangan akan diselaraskan dengan data pemerintah daerah sebagai dasar menentukan tindak lanjut.
Untuk memperkuat penanganan dan mengurangi risiko kerusakan berulang, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang didorong mengoptimalkan tambahan Transfer ke Daerah sebesar Rp89,8 miliar. Realisasi anggaran tersebut masih mencapai 26,90 persen sehingga percepatan diperlukan agar anggaran segera menjadi kegiatan yang melindungi dan membantu masyarakat.
“Kami menekankan agar dana tersebut dioptimalkan dan kami siap mengasistensi agar TKD dari pusat betul-betul bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Dedy.
Di tengah proses pendataan, dukungan kebutuhan dasar juga disalurkan kepada masyarakat terdampak. Tim Monev Khusus menyerahkan tali asih dari Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian senilai Rp80 juta serta 650 paket perlengkapan dapur untuk membantu warga yang terkena dampak banjir susulan.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan