Enterprise Banking Division Head KB Bank Achiro Yulian Opereta,
Enterprise Banking Division Head KB Bank Achiro Yulian Opereta,

Bukan Cuma Perusahaan Besar, KB Bank Bidik UMKM

Annisa ayu artanti • 24 September 2026 18:52
Ringkasnya gini..
  • KB Bank memperluas Enterprise Banking dengan menyasar SME dan perusahaan mid-size dengan omzet hingga Rp3 triliun per tahun.
  • Strategi Enterprise Banking KB Bank mengandalkan ekosistem bisnis Korea-Indonesia, transaction banking, digitalisasi dan pembiayaan.
  • KB Bank ingin menjadi partner utama SME dan perusahaan mid-size melalui strategi ecosystem-led dan pendekatan pembiayaan yang selektif.
Jakarta: Di tengah persaingan bisnis perbankan yang semakin ketat, perusahaan kecil dan menengah bukan lagi sekadar pelengkap portofolio, melainkan menjadi salah satu ruang yang ingin digarap lebih serius oleh KB Bank melalui Enterprise Banking.

Enterprise Banking Division Head KB Bank, Achiro Yulian Opereta, menjelaskan bahwa Enterprise Banking menyasar SME (Small and Medium Enterprise) atau UMKM.

“Enterprise Banking itu adalah suatu divisi yang memang serve untuk SME and mid-size companies,” ujar Achiro dalam acara KB Bank Workshop Wholesale Banking sebagai Penggerak Pertumbuhan Bisnis dan Ekonomi Nasional pada Kamis, 24 September 2026.

Enterprise Banking KB Bank memiliki cakupan nasabah yang cukup luas karena tidak hanya menyasar SME, tetapi juga perusahaan dengan skala menengah yang mencapai omzet hingga Rp3 triliun per tahun.

“Jadi kalau dibilang mid-size company itu memang range-nya cukup besar, kalau di kami itu peringkat up to 3 triliun per tahun. Jadi size-nya itu cukup luas ya,” ungkapnya.

Dari sisi wilayah, layanan tersebut ditopang jaringan operasi KB Bank di berbagai daerah, meliputi Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali-Nusrat, Makassar hingga wilayah Indonesia Timur serta sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan.
   

Ekosistem Korea-Indonesia Jadi Salah Satu Kunci Pertumbuhan


Pendekatan Enterprise Banking KB Bank menggunakan strategi ecosystem lead, terutama dengan memanfaatkan hubungan perusahaan Korea yang telah membangun bisnis di Indonesia. Menurut Achiro, peluang tersebut cukup besar karena investasi Korea di Indonesia telah berkembang di berbagai sektor, mulai dari elektronik, otomotif, industri kimia, rokok, perbankan hingga asuransi.

“Jadi potensi untuk ekosistem ini sangat besar, yang related dengan Korean business, dan kita pun juga ada ekspor ke sana,” ujarnya.

Karena itu, KB Bank ingin memosisikan Enterprise Banking sebagai partner utama bagi SME dan perusahaan mid-size, bukan sekadar penyedia kredit.

“Kita akan menjadi main transaction mereka, akan fokus terhadap relationship untuk sama-sama tumbuh ke depan,” jelasnya.
   

Kualitas Jadi Prioritas, Transaksi Digital dan Pembiayaan Mengikuti


Untuk menjalankan strategi tersebut, Achiro menyebut bahwa KB Bank menetapkan sejumlah prinsip, mulai dari ecosystem lead, transaction banking sebagai motor bisnis, kualitas sebagai prioritas, digital transaction hingga partner lending. 

Pendekatan ini membuat perusahaan yang masuk ke dalam portofolio tidak hanya dilihat dari kebutuhan pembiayaannya, tetapi juga kesesuaian dengan profil dan strategi bisnis bank.

Quality is number one, jadi kita akan benar-benar assess client-client yang fit dengan kami,” kata Achiro

Untuk pembiayaan dengan kebutuhan lebih kecil, KB Bank juga menyiapkan pendekatan berbasis program. Achiro juga menjelaskan bahwa untuk kebutuhan pinjaman di bawah sekitar Rp70 miliar, skema program dapat digunakan sebagai salah satu pendekatan, termasuk melalui channeling atau kerja sama dengan pihak pembiayaan. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan