Direktur Wholesale Banking KB Bank, Widodo Suryadi. Foto: Medcom/Wisa Irena Br Sitepu
Direktur Wholesale Banking KB Bank, Widodo Suryadi. Foto: Medcom/Wisa Irena Br Sitepu

KB Bank Jadikan Indonesia Jadi 'Rumah Kedua', Ini Alasannya

Annisa ayu artanti • 24 September 2026 16:56
Ringkasnya gini..
  • KB Bank menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar strategis Korea dengan mengembangkan wholesale banking berbasis ekosistem bisnis.
  • Strategi KB Bank mencakup corporate, commercial hingga enterprise banking serta penguatan transaksi bisnis Indonesia-Korea.
  • KB Bank melihat peluang besar di Indonesia lewat demografi, sektor industri, dan ekosistem bisnis
Jakarta: Indonesia kini bukan sekadar pasar tempat perusahaan Korea menjalankan bisnis, tetapi mulai dilihat sebagai “second home market” yang punya potensi besar untuk menopang ekspansi bisnis Korea. 

Pandangan tersebut disampaikan dalam acara KB Bank Workshop Wholesale Banking sebagai Penggerak Pertumbuhan Bisnis dan Ekonomi Nasional pada Kamis, 24 September 2026. Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Wholesale Banking KB Bank,Widodo Suryadi;  Transaction Banking Division Head KB Bank, Novita S. Djani; dan Enterprise Banking Division Head KB Bank, Achiro Yulian Opereta. 

“Mereka melihat Indonesia itu sebagai market yang sangat potensial karena kita mempunyai kondisi demografi yang bagus,” ujar Widodo.

Widodo yang mengatakan bahwa total aset KB Bank per Juni 2026 di Indonesia berada di kisaran Rp86 triliun, sekaligus menempatkan bank tersebut pada posisi 24 berdasarkan aset.

“Kalau kita ngomongin secara Indonesia sendiri, aset KB Bank Indonesia per juni ada di angka 86.000. Saya juga baru sadar kemarin waktu di acara ujian, ternyata kami ini secara aset nomor 24.  
   

Segmen Layanan dari Corporate ke UMKM


Dalam pemaparannya, Widodo menjelaskan bahwa direktorat Wholesale Banking KB Bank berfokus pada layanan nasabah korporasi (non-ritel) yang terintegrasi dengan Transaction Banking. 

“Wholesale banking itu adalah direktorat yang melayani nasabah-nasabah non-retail, dari corporate, commercial, dan enterprise. Ini dihubungkan dengan share banking platform yang dihubungkan oleh Transition Banking,” jelas Widodo.  

Dalam strateginya, layanan ini dibagi menjadi tiga segmen utama, yaitu corporate banking untuk perusahaan besar, BUMN, institusi keuangan, dan perusahaan multinasional; commercial banking untuk perusahaan menengah dan kelompok bisnis regional yang aktif di Malaysia, Singapura, atau Korea; serta enterprise banking seperti UMKM. 

Dari sisi hubungan bisnis, Widodo juga menjelaskan bahwa peluang tersebut juga diperkuat oleh keberadaan perusahaan-perusahaan Korea yang sudah lama beroperasi di Indonesia, seperti Samsung dan Lotte. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan