Direksi Bank KB Indonesia (KB Bank). Foto: Medcom.id/Annisa Ayu
Direksi Bank KB Indonesia (KB Bank). Foto: Medcom.id/Annisa Ayu

Tak Lagi Kejar Volume Kredit, Ini Strategi Baru KB Bank Perkuat Pembiayaan

Annisa ayu artanti • 02 Juli 2026 19:01
Ringkasnya gini..
  • KB Bank mengandalkan model bisnis berbasis ekosistem untuk memperkuat pembiayaan sektor produktif.
  • Layanan diperluas dari pembiayaan hingga cash management, trade finance, dan supply chain financing.
  • Perseroan memilih pertumbuhan kredit yang selektif dengan mengutamakan kualitas dan mitigasi risiko
Jakarta: Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) memilih strategi pertumbuhan yang lebih selektif. 
 
Perseroan tidak hanya mengejar peningkatan penyaluran kredit, tetapi juga memperkuat kualitas pembiayaan melalui layanan keuangan yang terintegrasi bagi nasabah korporasi, ritel, hingga UMKM. KB Bank juga memprioritaskan penyaluran kredit ke sektor produktif.
 
Strategi tersebut dijalankan melalui model bisnis berbasis ekosistem yang menghubungkan berbagai segmen usaha dalam satu layanan perbankan.

"Kami tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi kami juga menghadirkan solusi keuangan yang terintegrasi, mulai dari cash management, trade finance, treasury hingga supply chain financing," kata Direktur Wholesale KB Bank Widodo Suryadi dalam media briefing, Kamis, 2 Juli 2026.
 
Baca juga: KB Bank dan United Tractors Jalin Kerja Sama Penyaluran Kredit Pembelian Alat Berat

Widodo menilai, model bisnis berbasis ekosistem ini mendukung pertumbuhan dana murah melalui layanan transaction banking dan payroll, sekaligus menjaga kualitas portofolio kredit dengan memprioritaskan pembiayaan pada sektor yang memiliki fundamental kuat dan memiliki pertumbuhan jangka panjang.
 
Adapun hingga triwulan I-2026, KB Bank mencatatkan pertumbuhan portofolio kredit wholesale sekitar 5,7 persen secara tahunan.

Tetap selektif salurkan kredit

KB Bank menegaskan pertumbuhan kredit tahun ini tetap mengacu pada arahan regulator, yakni berada di kisaran 8 hingga 12 persen sesuai panduan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 
Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, ia juga menjelaskan, perusahaan lebih mengutamakan prinsip kehati-hatian dibanding mengejar pertumbuhan volume kredit.
 
"Tidak lagi kami semata-mata hanya mengejar volume atau target. Tetapi risiko kehati-hatian itu kan sangat penting ya. Dan terutama dengan keadaan ekonomi yang menantang sekarang ini," ucap Widodo.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan