“Ini tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia dan tertinggi sepanjang Bulog ada,” ujar Sudaryono dalam keterangan yang dikutip dari Antara.
| Baca juga: Pemerintah Pastikan Stok Beras 4,6 Juta Ton Aman Hadapi Geopolitik dan El Nino |
Ia menegaskan, capaian stok beras tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan ketahanan pangan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pencapaian ini merupakan hasil kerja lintas sektor dalam memperkuat produksi hingga distribusi pangan.
Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, menyampaikan pernyataan itu saat meninjau Gudang Bulog Sukamaju di Palembang. Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan langsung kondisi stok beras yang tersimpan di gudang.
Ia juga menyebut telah melakukan pengecekan di beberapa lokasi lain, termasuk di Karawang bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, guna memastikan kondisi produksi dan penyimpanan berjalan baik.
“Dari hasil pengecekan, kualitas beras masih bagus. Ada yang disimpan satu tahun, ada yang enam bulan, semuanya dalam kondisi baik dan tidak ditemukan penurunan mutu,” jelasnya.
Bahkan, ia mengaku melakukan pemeriksaan acak hingga membuka karung beras yang masih tersegel untuk memastikan kualitas stok beras tetap terjaga.
Selain sebagai cadangan strategis nasional, stok beras ini juga akan digunakan untuk mendukung program bantuan pangan kepada masyarakat. Bulog, menurutnya, berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan sekaligus meredam fluktuasi harga di pasar.
“Skema in-out atau first in first out akan diterapkan agar stok tetap terjaga kualitasnya sekaligus bisa segera disalurkan sebagai bantuan pangan,” katanya.
Dari sisi produksi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,69 juta ton, naik 13,29 persen dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan luas panen serta berbagai kebijakan penguatan sektor pertanian.
Sudaryono turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari petani, penyuluh, hingga unsur TNI, Polri, Kejaksaan, dan pemerintah daerah.
“Prestasi ini harus dijaga bersama sebagai bagian dari tanggung jawab kita terhadap ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News