Suasana panen raya di Desa Samaelo, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. (Foto: Dok. Kementan)
Suasana panen raya di Desa Samaelo, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. (Foto: Dok. Kementan)

Beras di Bone Surplus Berkat Kerja Keras Petani

Ekonomi berita kementan
Gervin Nathaniel Purba • 13 Mei 2020 16:16
Bone: Kerja keras petani dan penyuluh di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan berbuah manis. Beras di Bone surplus meskipu di tengah pandemi covid-19. Hal ini diketahui dalam panen raya yang dilakukan di Desa Samaelo, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Rabu, 13 Mei 2020.
 
Panen raya dihadiri langsung Bupati Bone Andi Fahsar Mahdin Padjalangi, bersama Forkopimda Kabupaten Bone. Setelah melakukan panen, Bupati Fahsar melaksanakan video conference dengan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.
 
Kegiatan panen raya di Bone ini sejalan dengan arahan Mentan Syahrul. Mentan menegaskan dalam kondisi apapun, petani dan penyuluh harus terus bergerak. Termasuk saat wabah covid-19. Petani dan penyuluh harus mendukung ketersediaan pangan bagi 267 juta rakyat Indonesia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kita takut korona, tetapi jangan berhenti. Maju terus, sebab pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah dengan pangan. Setelah panen segera lakukan percepatan tanam. Tidak ada lahan yang menganggur selama sebulan,” kata Syahrul.
 
Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi. Beliau meminta kepada para penyuluh pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani.
 
“Penyuluh pertanian harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan hingga masa panen berjalan dengan baik. Jangan sampai ada komoditas pangan yang tertahan. Penyuluh harus memastikan petani tetap menanam. Seandainya besok kiamat, maka hari ini harus tetap menanam,” ujar Dedi.
 
Sementara itu, Bupati Fahsar mengucapkan rasa syukurnya karena di tengah pandemi covid-19, petani di Bone tetap bersemangat bekerja memanen padi musim tanam Oktober-Maret. Fahsar juga melaporkan terkait kesiapan pangan di Bone di tengah pandemi covid-19.
 
Fahsar menyampaikan, produksi pertanian di Bone sangat menggembirakan. Sebab, Bone selalu surplus. Produksi rata-rata yang dihasilkan sangat menggembirakan. Hal ini berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian diperoleh provitas provitas 8,5 ton per hektare (ha), dan untuk produksi padi 2019 hingga April 2020 mencapai 1,5 juta ton.
 
"Kami melaporkan, di Bone baru saja melaksanakan panen raya sebelum vicon. Kurang lebih 100 ha,” kata Fahsar.
 
Lahan sawah petani di Bone terdiri atas sawah irigasi seluas 42 ribu ha, tadah hujan 70.159 ha, rawa pasang surut 5.479 ha, dan rawa lebak seluas 924 ha. Untuk produksi padi 2019 hingga April 2020 mencapai 1.543.684 ton.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif