Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dan  Ketua PB IDI Daeng Muhammad Faqih. Foto : Medcom/Ilham Wibowo.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dan Ketua PB IDI Daeng Muhammad Faqih. Foto : Medcom/Ilham Wibowo.

PB IDI Bantu Percepat Uji Klinis Eucalyptus Kementan

Ilham wibowo • 08 Juli 2020 12:40
Jakarta: Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) telah menandatangani MoU dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dalam kolaborasi penelitian lanjutan tanaman obat sebagai kandidat antivirus dan obat. Uji klinis inovasi antivirus berbasis eucalyptus pun akan dipercepat.
 
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan bahwa kerja sama ini menandakan bahwa hasil penelitian Balitbangtan sepenuhnya akan diserahkan kepada PB IDI untuk dilakukan uji klinis dan riset-riset lainnya sesuai dengan prosedur yang ada. Diharapkan hasil riset lanjutan bisa memberikan manfaat besar bagi penanganan pandemi covid-19 di Tanah Air.
 
"Sudah lima bulan negara kita diliputi oleh tekanan akibat keberadaan virus. Oleh karena itu kita tidak diam, apapun akan kita lakukan demi bangsa dan negara," ujar Syahrul saat menyaksikan penandatanganan kerjasama tersebut di kantor Kementan, Jakarta, Rabu, 8 Juli 2020.

Syahrul menyampaikan pihaknya memiliki unit penelitian khusus yang menangani komoditas tanaman obat dan Balai Besar Pascapanen. Selain itu, unit lain di bawah naungan Balitbangtan juga dimiliki Balai Besar Veteriner dengan fasilitas laboratorium yang memadai untuk meneliti virus.
 
Fasilitas ini, kata Syahrul, bisa dimanfaatkan oleh peneliti IDI untuk melakukan pengembangan riset dan uji klinis. Ketersediaan fasilitas laboratorium sudah berstandar Biosafety Level (BSL) 3 sebagai laboratorium dengan tingkat keamanan tertinggi terhadap virus mematikan.
 
"Kami memiliki 300-an profesor dan peneliti yang berkompeten, bahkan kami pernah berkontribusi dalam penanganan wabah flu burung, tidak ada alasan untuk kita tidak membantu negara," ungkapnya.
 
Syahrul pun berharap kerja sama ini dapat mempercepat penelitian tanaman eucalyptus agar bisa dimanfaatkan masyarakat luas. Temuan bahan aktif yang telah didaftarkan hak patennya oleh Balitbangtan itu juga ditujukan membantu negara menanggulangi wabah.
 
"Kalau ada yang sanggah hadapi, ayo uji laboratorium sama-sama, hari ini selesai saya kasih dengan IDI," ucap Syahrul.
 
Sementara itu, Ketua PB IDI Daeng Muhammad Faqih menyebut kerja sama dengan Kementan ini akan menciptakan suatu terobosan yang memberikan harapan dan dorongan terhadap Indonesia dalam memerangi wabah virus. Terlebih ketersediaan bahan baku tanaman obat cukup melimpah di Tanah Air.
 
"Dunia kesehatan sebenarnya banyak menggunakan bahan dari Indonesia. Namun, sampai sekarang memang belum dibudidayakan untuk dilakukan riset. Untuk itu kami siap menggali potensi bangsa supaya betul-betul dimanfaatkan di dalam industri kesehatan maupun dalam pelayanan kesehatan," paparnya.
 
Menurut Daeng, pihaknya berkomitmen untuk mendorong semua inovasi yang berbasis riset anak bangsa dan harus didorong dan diteliti dengan baik. Kemandirian bangsa menghasilkan produk kesehatan merupakan capaian yang harus segera dimulai dan dikembangkan.
 
"Barangkali sekarang inilah saatnya peluang kita bisa menggali dan dorong penelitian dalam negeri supaya nantinya bisa dimanfaatkan oleh banyak masyarakat," tutupnya.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan