Maskapai penerbangan AirAsia. Foto: AFP
Maskapai penerbangan AirAsia. Foto: AFP

Pendapatan AirAsia Jeblok

Ekonomi penerbangan airasia
Annisa ayu artanti • 24 Agustus 2020 13:52
Jakarta: PT AirAsia Indonesia Tbk mencatat penurunan pendapatan usaha secara signifikan, khususnya saat musim puncak (peak season) penerbangan dalam dan luar negeri.
 
Pandemi covid-19 memang berdampak signifikan pada industri penerbangan. Sekretaris Perusahaan AirAsia Indonesia Indah Permatasari Saugi memperkirakan terjadi perubahan total pendapatan sekitar 51-75 persen terhadap kondisi tersebut.
 
"Penurunan pendapatan usaha perseroan secara signifikan dipengaruhi oleh tidak beroperasinya penerbangan berjadwal mulai 1 April hingga 18 Juni 2020 yang bertepatan dengan musim puncak (peak season) perjalanan dalam dan luar negeri antara lain, Ramadan, Idulfitri, musim dingin di Australia, dan musim libur sekolah," tuturnya dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 24 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun dengan pertumbuhan jumlah pemesanan sejak pengoperasian kembali yang telah mencapai lebih dari 400 persen, Indah menjelaskan, manajemen memproyeksikan perbaikan kinerja perusahaan dapat terjadi pada akhir 2020. Akhir tahun nanti bertepatan dengan musim libur yang merupakan kompensasi dari libur Lebaran yang tertunda pada pertengahan tahun.
 
"Dengan begitu, perseroan berharap dapat menyelesaikan pemenuhan kewajiban jangka pendek yang didapatkan dari utang usaha perseroan selama periode Januari-Juni 2020 sebesar Rp352 miliar," ucapnya.
 
Untuk mendukung tingkat pendapatan, Indah menambahkan, perseroan juga masih memfokuskan sebagian operasionalnya untuk penerbangan sewa penumpang dan kargo dan telah mengadakan 17 penerbangan sewa sejak bulan periode April hingga Juli 2020.
 
Di sisi lain, perseroan juga terus melakukan berbagai langkah strategis untuk memastikan optimalisasi kinerja selama masa pandemi ini. Adapun upaya yang telah dilakukan antara lain negosiasi ulang dengan kreditor, optimalisasi operasional di rute-rute tertentu, optimalisasi biaya dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan operasional, relaksasi kewajiban dari regulator dan stakeholder.
 
Selain itu, lanjutnya, bersama stakeholder penerbangan lainnya bersama-sama berupaya untuk meningkatkan permintaan perjalanan dan memastikan operasional yang aman, nyaman, dan sehat agar kepercayaaan masyarakat untuk bertransportasi udara dapat kembali pulih.
 
"Perseroan terus berinovasi dengan memberikan layanan-layanan tambahan seperti fleksibilitas ubah jadwal, layanan rapid test terjangkau, promosi harga, dan diskon," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif