"Semua beras yang diserap itu dari petani Lebak-Pandeglang," kata Kepala Perum Bulog Divisi Regional Kabupaten Lebak-Pandeglang Meita Novariani di Lebak dikutip dari Antara, Senin, 22 Juni 2020.
Penyerapan beras dari petani itu untuk ketersediaan pangan masyarakat dan dipastikan aman hingga empat bulan ke depan. Persediaan beras tersebut memenuhi program sembilan bahan pokok (sembako) yang digulirkan pemerintah untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Selain itu juga persediaan cadangan beras pemerintah (CBP) untuk penanganan kebencanaan,termasuk bantuan warga yang terdampak covid-19.
Di samping itu juga pengadaan beras tersebut jika harga beras di pasaran melonjak bisa dipasok ke pasar tradisional atau operasi pasar (OP).
"Kami optimistis penyerapan beras petani yang ditargetkan 8.000 ton bisa terealisasi 2020 dan persedian pangan melipah," kata Mantan Wakil Perum Bulog Bandung itu.
Menurut dia, penyerapan beras sebanyak 120 ton itu dipastikan berdampak terhadap perekonomian petani.
Sebab, Perum Bulog menyerap harga beras itu ditampung Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah untuk Gabah atau Beras.
HPP beras Rp8.300 per kg di gudang Perum Bulog dengan syarat kadar air beras maksimal 14 persen, butir patah maksimal 20 persen, kadar menir paling tinggi dua persen dan derajat sosoh paling sedikit 95 persen.
Perguliran ekonomi petani itu, kata dia, di atas Rp1 miliar dengan harga Rp8.300 per kg, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan kehidupan petani.
"Kami menjamin persediaan beras di tengah pandemi covid-19 aman dan melimpah," jelasnya.
Ia mengatakan penyerapan beras tersebut melalui kerja sama satuan tugas pengadaan beras Perum Bulog, kemitraan petani dan pemerintah daerah. Pada dasarnya, kata dia, Perum Bulog siap menampung beras dan gabah petani untuk ketersedian pangan juga peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Bahkan, pihaknya mengapresiasi petani Kabupaten Lebak dan Pandeglang begitu cepat melaksanakan percepatan tanam untuk mendukung ketersedian pangan.
"Kami berharap petani terus melakukan gerakan percepatan tanam sehingga mampu memenuhi ketersedian pangan juga peningkatan ekonomi mereka menjadi lebih baik dan sejahtera," ujarnya.
Sementara itu, sejumlah petani di Kabupaten Lebak mengaku bahwa mereka merasa lega dan beruntung dengan diterimanya beras oleh Perum Bulog sehingga mampu meraup keuntungan dibandingkan dijual ke tengkulak.
"Kami hari ini bisa menjual sebanyak empat ton dengan harga Rp8.300 per kg,sehingga menghasilkan Rp30 juta lebih," kata H Ujang, seorang petani Malingping Kabupaten Lebak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News