Ilustrasi pengusaha sawit - - Foto:MI/ Sriyanti
Ilustrasi pengusaha sawit - - Foto:MI/ Sriyanti

Harga CPO Terkerek Penurunan Produksi

Antara • 11 Maret 2022 19:08
Jakarta: Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memperkirakan produksi minyak sawit mentah (CPO) Januari 2022 sekitar 3,863 juta ton atau turun tiga persen dibandingkan Desember tahun lalu.
 
Hal ini akan mendorong kenaikan harga minyak sawit
Sementara produksi palm kernel oil (PKO) sekitar 365 ribu ton atau 3,9 persen lebih rendah dari pada produksi Desember 2021.
 
"Turunnya produksi di Januari 2022 merupakan pola musiman, namun penurunan produksi CPO dari Desember 2021 ke Januari 2022 yang sebesar tiga persen jauh lebih rendah dari penurunan musiman tahun lalu Desember 2020 ke Januari 2021 yang mencapai tujuh persen," kata Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono dalam keterangan tertulis, Jumat, 11 Maret 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan impor produk minyak sawit Januari 2022 adalah 5,1 ribu ton yang berasal dari Malaysia. Jumlah itu meliputi 4,8 ribu ton dalam bentuk oleokimia dan 316 ton dalam bentuk PFAD. Dengan stok akhir Desember sebesar 4,129 juta ton, maka tersedia pasokan sebesar 8,363 juta ton.
 
Di samping itu, terdapat impor soft oil berjumlah 5,5 ribu ton sebagian besar berasal dari Malaysia (2,3 ribu ton) dan dari Thailand (1,5 ribu ton) berupa minyak kedelai 3,3 ribu ton, produk minyak biji bunga matahari 0,5 ribu ton dan soft oil lainnya 1,7 ribu ton.
 
"Total konsumsi minyak sawit dalam negeri Januari 2022 adalah sebesar 1,506 juta ton atau 160 ribu ton lebih rendah dari konsumsi Desember 2021 sebesar 1,666 juta ton atau turun 9,6 persen. Konsumsi terbesar adalah untuk biodiesel sebesar 732 ribu ton, diikuti untuk industri pangan sebesar 591 ribu ton dan untuk oleokimia 183 ribu ton," ujarnya.
 
Adapun konsumsi minyak sawit untuk biodiesel melampaui pangan sejak November 2021. Ekspor minyak sawit Januari 2,179 juta ton atau turun 11,4 persen. Penurunan ekspor tersebut merupakan pola musiman serta produksi yang sangat terbatas.
 
Perubahan ekspor terbesar terjadi untuk tujuan Tiongkok minus 149 ribu ton (-172 ribu ton dari penurunan Refined PO), Pakistan minus 108 ribu ton (-139 ribu dari penurunan Refined PO), dan India naik 97 ribu ton (+126 ribu ton dari kenaikan impor Refined PO).
 
Dengan produksi, impor, konsumsi dan ekspor seperti di atas, stok minyak sawit dan inti sawit akhir Januari naik menjadi 4,678 juta ton dari yang sebelumnya 4,129 juta ton pada awal Januari.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif