Ilustrasi gas bumi. Foto : MI.
Ilustrasi gas bumi. Foto : MI.

Asosiasi Dukung Penguatan Produk Lokal Industri Penunjang Migas

Ekonomi migas pengelolaan gas bumi industri rokok Kementerian ESDM Ekonomi Indonesia Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)
Antara • 26 April 2022 19:26
Jakarta: Gabungan Usaha Penunjang Energi, Minyak, dan Gas Bumi Indonesia (Guspenmigas) mendukung penuh upaya pemerintah yang terus berupaya untuk mendorong penggunaan produk lokal pada subsektor minyak dan gas bumi di dalam negeri.
 
Ketua Umum Guspenmigas Rudiyanto mengatakan asosiasi penunjang migas mayoritas adalah perusahaan-perusahaan lokal yang memiliki kemampuan dan kapabilitas untuk mendukung subsektor migas dan memaksimalkan pemanfaatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).
 
"Kita bisa menyerap industri dalam negeri dengan memberikan penguatan kepada industrinya sendiri untuk bisa berkiprah ke luar negeri, sehingga bisa menghemat dan menambah devisa," ujarnya dikutip dari Antara, Selasa, 26 April 2022.
 
Penggunaan produk dalam negeri dalam operasi migas memiliki dampak positif terhadap penurunan biaya produksi dengan tetap menjaga kualitas produk.
 
Guspenmigas menggandeng sejumlah mitra mulai dari SKK Migas, Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian, dan stakeholder lain untuk memaksimalkan penggunaan produk lokal di penunjang migas agar industri dalam negeri bisa bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat regional dan internasional.
 
Rudiyanto menuturkan industri migas adalah industri premium karena punya berbagai preferensi yang harus bisa diikuti oleh perusahaan-perusahaan internasional maupun lokal. Aturan TKDN tak hanya menyasar industri penunjang migas saja, tetapi industri utama juga harus melakukannya dengan mekanisme sekarang 45 persen.
 
Menurutnya, industri penunjang harus diberikan kesempatan untuk memanfaatkan produk lokal dengan berbagai penguatan.
 
"Kami mengenal surveyor maupun juga yang menjadi konsultan yang bisa sama-sama membuat satu kesatuan untuk membangun TKDN terutama di industri penunjang migas," kata Rudiyanto.
 
Kementerian ESDM menyatakan saat ini terdapat 224 perusahaan industri penunjang migas dan 363 perusahaan jasa penunjang migas yang terdaftar di dalam buku Apresiasi Produksi Dalam Negeri (APDN).
 
Buku tersebut merupakan acuan dalam pengadaan barang dan jasa serta sebagai pengendalian impor barang operasi pada kegiatan usaha hulu migas.
 
Pada 2021, TKDN industri hulu migas sebesar 58,95 persen dengan nilai pengadaan barang dan jasa sebesar USD4,06 miliar. Kemudian pada 2022, target TKDN industri hulu migas mencapai 60 persen dengan nilai perkiraan pengadaan barang dan jasa sebesar USD5,2 miliar atau setara Rp75 triliun. Apabila komitmen penggunaan produk lokal itu bisa terealisasi tahun ini, maka nilai pengadaan barang dan jasa yang akan dinikmati oleh industri lokal sekitar Rp45 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif