Ilustrasi salah satu penyebab inflasi indonesia. Foto : MI.
Ilustrasi salah satu penyebab inflasi indonesia. Foto : MI.

Gubernur Sultra Minta Pengendalian Inflasi

Ekonomi Inflasi Ekonomi Indonesia ekonomi daerah Lebaran 2022 Sulawesi utara Ramadan 2022
Antara • 26 April 2022 12:47
Kendari: Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi meminta  semua pihak agar bersinergi untuk melakukan pengendalian inflasi terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.
 
"Pengendalian inflasi daerah merupakan faktor penting bagi perekonomian daerah," kata Ali Mazi dikutip dari Antara, Selasa, 26 April 2022.
 
Dia menyebut saat ini inflasi Sulawesi Tenggara hingga Maret 2022 masih relatif terkendali tercatat sebesar 0,17 persen. Meski begitu menurut Ali Mazi tantangan inflasi ke depan tidaklah mudah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Terlihat dari proyeksi inflasi keseluruhan tahun 2022 yang diperkirakan akan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yakni 3,67 persen, walaupun masih berada pada kisaran sasaran inflasi nasional sebesar 3,01 persen," ujar Ali Mazi.
 
Menurutnya, sinergi dari semua pihak baik antara pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota, maupun antar sesama organisasi perangkat daerah dan instansi vertikal yang tergabung dalam keanggotaan TPID Sultra harus terus diperkuat dalam rangka pengendalian inflasi daerah.
 
Ali Mazi menyebut inflasi yang rendah dan stabil dapat menjaga daya beli masyarakat serta mengurangi tingkat kemiskinan dan ketimpangan serta mendukung laju pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
 
"Oleh karena itu, High Level Meeting TPID Sultra memiliki peran strategis dalam tataran kebijakan pengendalian inflasi dan selanjutnya diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang mampu meningkatkan kualitas pengendalian inflasi daerah, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, khususnya di Sulawesi Tenggara," kata Ali Mazi.
 
Menurut Ali Mazi, beberapa isu strategis inflasi daerah di Sulawesi Tenggara yang memiliki potensi permasalahan yang bakal dihadapi ke depan di antaranya perkembangan substitusi minyak goreng sawit dengan minyak goreng kelapa, terkait kebijakan pengendalian harga.
 
Selanjutnya, kelangkaan pasokan dan tingginya harga barang kebutuhan yang sering terjadi menjelang hari besar keagamaan Idul Fitri; kondisi cuaca ekstrem yang mempengaruhi jumlah produksi beberapa komoditas, dan panjangnya rantai pasok distribusi komoditas.
 
Inflasi yang terjadi di Sulawesi Tenggara cenderung bergejolak terutama dipengaruhi oleh sisi suplai (penawaran) yang berkenaan dengan gangguan produksi dan kelancaran distribusi.
 
Adapun komoditas yang sampai dengan saat ini masih memberikan kontribusi besar untuk peningkatan inflasi di Sulawesi Tenggara adalah komoditas ikan segar, komoditas sayuran, komoditas daging sapi, komoditas bawang, dan komoditas minyak goreng.
 
Tekanan inflasi komoditas tersebut disebabkan terutama oleh keterbatasan pasokan akibat kondisi cuaca, pola produksi tahunan, terhambatnya distribusi dari daerah pemasok, baik antara kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara ataupun dari luar Sulawesi Tenggara akibat kondisi surplus/defisit yang tidak merata.
 
Ali Mazi menyebut, dengan melihat perkembangan inflasi terkini dan tantangan ke depan, pihaknya mendorong penguatan kerja sama antar daerah terutama untuk komoditas potensial yang memberikan andil pemicu inflasi; menyiapkan data pendukung/Neraca Pangan Bulanan Daerah (NPBD).
 
Berikutnya, mendorong peran keterlibatan BUMD selaku agregator kerjasama antar daerah; dan penguatan sinergi berpola koordinasi dan kolaborasi kebijakan dalam upaya mengendalikan inflasi berdasarkan strategi 4K yakni memastikan ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif
 
Rapat tersebut turut dihadiri Pj. Sekretaris Daerah Sultra Asrun Lio selaku Ketua Harian TPID Sultra, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sultra, selaku Wakil Ketua TPID Sultra; dan para pejabat lingkup Pemprov Sultra dan pimpinan instansi vertikal yang tergabung dalam TPID Sultra dan Satgas Pangan.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif