Ilustrasi Pertamina - - Foto: dok MI
Ilustrasi Pertamina - - Foto: dok MI

Pertamina Gandeng Jepang Kaji Teknologi Penangkap Karbon

Insi Nantika Jelita • 07 April 2022 16:46
Jakarta: PT Pertamina (Persero) menggandeng perusahaan Jepang, Mitsui & Co., Ltd untuk mengkaji komersialisasi penerapan teknologi karbon atau Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) di wilayah Sumatra bagian tengah.
 
Direktur Strategi, Portofolio, & Pengembangan Usaha (SPPU) Pertamina Iman Rachman mengatakan, kesepakatan ini bertujuan untuk melakukan studi kelayakan penerapan teknologi CCUS di Sumatra bagian tengah.
 
"Kami berharap kolaborasi dalam studi ini dapat mengidentifikasi bisnis potensial bagi Pertamina dan Mitsui di industri energi ke depan," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis, 7 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Iman berujar, guna mendapatkan hasil kajian yang lebih komprehensif, Pertamina dan Mitsui akan melakukan penelitian teknologi penangkapan, pemurnian dan penyimpanan CO2 sesuai kapasitas serta formasi subsurface, sehingga diperoleh teknologi yang optimum.
 
Selain itu, penetapan dan pemetaan sumber emisi CO2 di sekitar lokasi penyimpanan atau pemanfaatan CO2, potensi penerimaan CO2 dari daerah lain, hingga rencana pengembangan hub dan cluster CCS/CCUS untuk mendapatkan bisnis baru.
 
Bisnis juga akan mencakup soal transportasi CO2 melalui pipa, truk, dan kapal dari sumber emisi ke lokasi dengan kombinasi yang paling efisien.
 
“Di era transisi energi, Pertamina dan industri lain harus melakukan segala upaya untuk mengurangi dan memitigasi emisi karbon ke atmosfer agar perubahan iklim tetap terkendali," kata dia.
 
Hal senada disampaikan General Manager of Sustainable Energy Development Division, Energy Business Unit I, Mitsui & Co Ltd Yasuchika Maruyama yang merespons positif kolaborasi tersebut.
 
"Kerja sama ini tidak hanya akan mempererat hubungan baik antara Mitsui dan Pertamina, tapi juga antara Indonesia dan Jepang," tuturnya.
 
Menurut Maruyama, Indonesia adalah salah satu produsen migas terkemuka di Asia. Sejumlah lapangan migas yang memasuki fase penurunan produksi diharapkan dapat digunakan kembali.
 
Sedangkan Mitsui dapat memanfaatkan pengetahuan dari proyek-proyek CCUS di United Kingdom dan negara lain. Diharapkan keduanya akan menciptakan rantai nilai CCUS di Asia Pasifik.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif