Holding BUMN Pangan dengan nama ID Food resmi diluncurkan hari ini. Foto : Medcom.
Holding BUMN Pangan dengan nama ID Food resmi diluncurkan hari ini. Foto : Medcom.

Resmi Diluncurkan, Holding BUMN Pangan Pecut Pencapaian Ketahanan Pangan Nasional

Ekonomi BUMN pangan Ketahanan Pangan Holding BUMN Holding BUMN Pangan
Husen Miftahudin • 12 Januari 2022 12:23
Jakarta: Holding BUMN Pangan dengan nama ID Food resmi diluncurkan hari ini. PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI menjadi induk holding dengan anggota holding yang terdiri dari PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI, PT Sang Hyang Seri (Persero), PT Perikanan Indonesia (Persero) atau Perindo, PT Berdikari (Persero), dan PT Garam (Persero).
 
Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi berharap dengan peluncuran ini, Holding BUMN Pangan bisa menjadi pemicu semangat untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional; inklusivitas bagi petani, peternak, dan nelayan; serta menjadi perusahaan pangan berkelas dunia.
 
"Semoga Holding BUMN Pangan dapat memberikan peran yang lebih pada ekosistem pangan nasional, sehingga dapat hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia," ujar Arief dalam Launching Holding BUMN Pangan, Rabu, 12 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada kesempatan yang sama, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berharap peluncuran ID Food dapat mendorong terciptanya ekosistem Indonesia yang terdiri dari BUMN, pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, swasta, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), hingga para petani.
 
"Peluncuran ID Food ini saya tekankan kepada para direksi yang ada di ID Food, ini bukan peluncuran logo, bukan hanya simbolik, tapi apa konkret result-nya, apa konkret hasilnya. Saya juga minta kepada seluruh direksi yang hadir di sini untuk menciptakan ekosistem Indonesia itu," tegas dia.
 
Ia menjelaskan bahwa ID Food didorong untuk melakukan perbaikan rantai pasok (supply chain) pangan nasional yang diakuinya hingga kini tidak memiliki kepastian lantaran tak ada koordinasi satu dan yang lainnya.
 
"Tentu saya juga berharap agar ID Food melakukan sinergitas dengan Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), dengan PTPN, Perhutani, Pupuk Indonesia untuk melakukan pendampingan hasil dari para petani, peternak, dan juga kemungkinan nelayan. Juga ada solusi pembiayaan yang benar dengan data yang benar," tutur Erick.
 
Dia juga meminta ID Food untuk melakukan dan terbuka terhadap inovasi dan teknologi. Sebab jika tidak dilakukan, maka agrikultur Indonesia akan tertinggal dari Rwanda yang saat ini tengah melakukan perubahan besar-besaran di bidang agrikultur.
 
"Kalau tidak dilakukan itu, jangan kaget 10 tahun lagi Indonesia kalah sama Rwanda. Waktu 10 tahun tidak lama, dengan inovasi teknologi ini bisa mempercepat. Karena itu saya mengetuk hati bapak-bapak, jangan lihat perbedaannya, cari persamaannya supaya ekosistem kita menangan, bukan ekosistem kita kalahan," pungkas Erick.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif